Maria Widy Aryani, Dokumentasikan Puisi dan Penampilan ke Youtube

Editor: Ary B Prass

Beberapa novelis sering meminta Widhy Aryani membacakan nukilan novelnya saat peluncuran buku atau saat bedah buku. Itu di Tembi, Jogja TV, RRI, dan Perpustakaan Candi Prambanan.

“Yang mengesankan ketika saya membacakan ‘Pledoi Pembayun'(prosa lirik) karya Sigit Sugito selama satu jam mampu membius penonton. Waktu itu acara Gebyar Buku di Gedung Wanitatama,” kata Widy Aryani.

Membaca nukilan novel ‘Rara Jonggrang’ karya Budi Sardjono juga mengesankan bagi Maria Widy Aryani. Saat it bedah buku di Pendapa Perpustakaan Candi Prambanan. Berkesan karena nukilan novel tersebut dibuat prosa lirik oleh penulisnya, dibacakan dengan durasi 30 menit dan mendapat apresiasi para undangan.

Maria Widhy Aryani juga menulis puisi dan cerpen yang dimuat di SKM Minggu Pagi, beberapa koran dan majalah serta beberapa buku antologi puisi dan cerpen. Mulai menulis cerpen tahun 2013. Sebagian besar cerpen berseting Papua. Karena Widy Aryani ingin mengabadikan pengalaman hidupnya selama menjadi guru di Papua.

Kini satu demi satu cerpennya yang telah dimuat di media cetak selain dikliping juga didokumentasikan dalam bentuk video Pembacaan Cerpen. Dibaca sendiri dan diunggah di YouTube Channel Maria Widy Aryani. (War)

BERITA REKOMENDASI