Bikin Haru Warganet, Kisah Anak Beri Sarung Tangan untuk Ibunya yang Driver Gojek

SEBUAH tangkapan layar dari rubrik Sungguh-Sungguh Terjadi (SST) yang terbit di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat viral di media sosial twitter. Ceritanya ada siswa sekolah bernama Bagus Wisnuaji yang memberikan hadiah sarung tangan kepada ibunya yang setiap hari menjadi driver ojek online agar bisa mendapatkan uang jajan untuk anaknya.

Awalnya tangkapan layar KR edisi Selasa 5 November 2019  di twitter itu diunggah oleh akun @singgihsahara para Rabu 6 November, hingga satu hari kemudian unggahannya di retweet 8.344, mendapatkan like 11 ribu serta 211 komentar.

Sebagian besar komentar warga internet (warganet) menyatakan terharu dengan apa yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Temon. Tidak sedikit yang merasa bersyukur dengan kondisi yang saat ini dialami.

Berikut tulisan SST milik Bagus Wisnuaji di harian KR.

Ibu saya nyambi jadi driver ojek online. Saya bahagia karena uang jajanku naik jadi Rp 5.000 sehari, tetapi juga sedih karena jari-jari tangan ibuku jadi hitam terkena sinar matahari. Pulang sekolah, saya beli dua sarung tangan, warna biru dan unggu kesukaan ibu saya. Pada 7 September lalu, sarung tangan itu saya berikan kepada ibuku, sambil mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Bagus Wisnuaji, Kelas IX SMPN 1 Temon Kulonprogo

Baca Juga SST lainnya di KR :  SUNGGUH-SUNGGUH TERJADI

Beberapa akun twitter lainnya kemudian memberikan komenternya, misalnya akun @rimanfn9 menuliskan "Yaa Allah, mohon tetapkan hati dan pikiran hamba untuk beristiqomah menjadi seorang yang pandai bersyukur dan tidak boros"

Akun @junisangga menuliskan "Tak enteni ndagel e malah mbrebes (emot menangis)". Akun twitter @oktalinee, @dxtta, @zolanamora, @worldworldy_ kompak menuliskan kata "menangis".

KRjogja.com berusaha menghubungi Bagus Wisnuaji untuk mengonfirmasi atas tulisannya tersebut. Bagus kemudian menceritakan, ibunya bekerja di sebuah toko olahraga di Kabupaten Sleman.

Rumahnya sendiri berada di Temon, Kabupaten Kulonprogo, atau tidak jauh dari Bandara Internasional Yogyakarta. "Ibu biasanya berangkat pukul 9.00, perjalanan ke tempat kerja biasanya 1,5 jam. Pulang kerja, ibu nyambi jadi Gojek," kata Bagus Wisnuaji.

Bagus memperhatikan tangan ibunya menghitam karena setiap hari harus menempuh perjalanan cukup jauh. Ia kemudian menyisihkan uang jajannya untuk membeli kado sarung tangan pada ibunya.

Jauhnya lokasi kerja dan sebagai driver Gojek membuat ibunya yang bernama Eviati baru sampai rumah sekitar pukul 22.30 WIB. Menurut Bagus, saat hari ulang tahun kemarin, sengaja ia tidak duru dulu untuk member kado.

"Saya tahu ibu saya suka warna ungu, sedang saya suka warna biru. Jadi saya beri kado dua pasang sarung tangan," kata Bagus anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia membeli dua sarung tangan tersebut senilai Rp 40 ribu dengan menyisihkan uang jajannya.

Menurut Bagus, ia memiliki tiga saudara kandung. Ia merupakan anak ketiga. Setelah ayahnya meninggal dunia, ibunya menikah lagi. Mereka kemudian tinggal di kediaman ayah barunya yang memiliki dua orang anak. Total dalam satu rumah mereka tinggal berdelapan karena ada famili ayah barunya yang juga tinggal disitu.

Diakui Bagus, salah satu alasan ibunya mencari pekerjaan tambahan sebagai driver Gojek agar dirinya dapat uang jajan. Ia sebenarnya sudah mendapat uang jajan dari ibunya sebesar Rp 10 ribu perhari.

Namun, karena ingin memberikan uang jajan yang cukup untuknya, ibunya sampai jadi driver ojek online.

"Tiap hari Sabtu, ibu tidak pulang tapi tidur di kost saudaranya yang ada di Sleman. Karena hari Minggu libur kerja, seharian ibu cari penumpang ojek online," kata Bagus Wisnuaji.

Bagus sebenarnya tidak ingin merepotkan, namun keinginan ikut Gojek berasal dari ibunya sendiri. "Malam itu, waktu ibu menerima hadiah ulang tahun saya, dia terharu. Hampir menangis malah. Saya berdoa, ibu selalu sehat," kata Bagus Wisnuaji. (Apw)

 

Baca Kisah Inspiratif lainnya : 

Pengeluaran Driver Ojol di Yogya Ini Turun Hingga Rp 30 Ribu Perhari

BERITA REKOMENDASI