Cerita Kapten Sepanjang Masa PSIM, Jualan Sate di Kridosono dan Nasi Bungkus di Mandala Krida

YOGYA, KRJOGJA.com – Penggemar sepakbola di DIY era 90-an hingga 2000-an tentu tak asing dengan nama Sumarjono. Bek PSIM yang dipredikati kapten sepanjang masa ini ternyata punya cerita masa lalu yang tak banyak diketahui orang.

Bagi pria kelahiran 8 Juni 1977 ini, sepakbola begitu lekat sejak ia masih kecil. Perjumpaan Marjono pada olahraga ini ternyata dimulai saat ia kerap membantu kakek dan neneknya berjualan sate di Stadion Kridosono. Di tahun 80-an, Stadion Kridosono memang menjadi saksi bisu bagaimana serunya kompetisi sepakbola lokal internal klub di Kota Yogyakarta. Pada masa itu, kakek dan nenek Marjono selalu berjualan sate dan mangut lele di dalam stadion tepatnya bawah pohon waru sisi selatan.

“Dulu saya selalu membantu jualan simbah saya, nenek dan kakek jualan sate di Kridosono, mungkin usia SD itu. Tiap sore kalau ada pertandingan lokal, saya selalu ikut bantu ya mbakar satenya, ya nganter ke pembeli. Dari situ saya lihat juga pertandingannya, terus mungkin akhirnya suka main bola, ikut ke HW akhirnya,” ungkap Marjono mengisahkan.

Tak hanya itu, Marjono juga menceritakan cerita masa kecilnya yang lain di mana ia tak bisa lepas dari berdagang dan sepakbola. Masa kecilnya tak hanya dimanfaatkan untuk berlatih dan bermain saja, namun ia ternyata pernah berjualan nasi bungkus di Stadion Mandala Krida saat pertandingan PSIM dan Perkesa Mataram.

BERITA REKOMENDASI