Cerita Monita Permata: Pintar Sentuh Ayam Jago, Gaspol di Track Lurus

Editor: Ary B Prass

Beternak ayam jago petarung ternyata tidak mudah. Apalagi layaknya manusia, ayam juga rentan terhadap pergantiam cuaca.

“Kalau posisi cuaca dan musimnya penyakit ayam yang mati mendadak itu jadi kendala. Jadi ayamnya sekarang posisi sehat tapi 2 jam kemudian mati. Pernah sudah di-DP separuh terus selisih 2 jam mati, tapi ya itu risikonya peternak karena penyakit tidak kelihatan. Beda kalau pakai flu dulu atau meriang dulu kan bisa tahu dan langsung diobati,” lanjutnya.

Saat ini, Monita mengaku punya 80 ekor ayam jago yang dirawat dengan omset hingga ratusan juta Rupiah. Pasalnya, satu ekor ayam bisa terjual hingga puluhan juta Rupiah.

“Kalau untuk anakan yang usia 3 bulanan ada yang gopek (Rp 500 ribu) sampai Rp 2 juta. Kalau bahan start dari Rp 2 juta, bahan dari umur 6 bulan. Kalau pejantan bisa sampai puluhan juta. Ya banyak pembelinya kebanyakan dari luar Yogyakarta, luar Jawa, saya kirim sampai Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Untuk jenis ayamnya seperti BK (Bangkok), Khoyngon, Kaitrat terus Mangon,” ungkapnya lagi.

Monita memang cukup tenar di sosial media karena memiliki lebih dari 300 ribu pengikut di Instagram. Namun begitu, ia mengaku tetap ingin berkarya sebagai breeder ayam jago. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI