Corona dan Perang Intelijen Berbasis Bioteknologi

Menyimak perkembangan mewabahnya Covid-19 yang terjadi saat ini, bagi Suhendra masih jauh dari kemungkinan itu. “Tapi naluri, kalkulasi dan radar intelijen saya mencium ada kepentingan geopolitik global yang mendapat keuntungan dari melambatnya ekonomi Tiongkok dan negara-negara kawasan Asia. Ibarat blessing in disguise, “berkah’ dari bencana ini di sisi lain memperlihatkan solidaritas negara-negara di kawasan regional dan global semakin kuat dan solid,” terangnya.

Ke depan ia berharap institusi intelijen (Imigrasi, Bea Cukai dan sebagainya) mampu berkoordinasi dengan BIN selaku koordinator intelijen negara guna meningkatkan daya tangkal dan deteksi dini. “Kapasitas sumber daya manusia yang baik aparat intelijen maupun kontra-intelijen harus ditingkatkan secara signifikan.

Pengetahuan aparat intelijen tentang situasi politik dalam negeri semata sangat tidak cukup. Harus ada ‘up-grade’ kemampuan deteksi dan perkembangan geopolitik global. Hal ini agar serangan asing dengan menggunakan bioteknologi dapat kita deteksi dan kita cegah-tangkal. Intelijen negara harus proaktif melindungi kepentingan bangsa dan negara dari ancaman global,” urainya.

BERITA TERKAIT