Corona dan Perang Intelijen Berbasis Bioteknologi

Sepanjang pengamatan Suhendra, Presiden Joko Widodo sudah “on the track” dalam penanganan Covid-19. Penunjukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPBl) Letjen TNI Doni Monardo, sahabatnya yang ia tahu persis kemampuannya di atas rata-rata, sebagai Komandan Gugus Tugas Reaksi Cepat Penanganan Covid-19 Indonesia oleh Presiden Jokowi semakin menambah keyakinan kita semua bahwa penanganan wabah virus yang mematikan ini dapat terjalan dengan sigap, baik dan tuntas.

“Respons cepat Presiden Jokowi juga patut dipuji dengan langsung menelepon Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) sesaat setelah menerima surat dari Dirjen WHO itu. Hal tersebut merupakan sikap sigap dan tanggung jawab serta bentuk kewaspadaan yang ditunjukkan oleh Presiden Jokowi. Sikap tanggap Presiden Jokowi ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah dalam garis yang benar atau on the track dalam penanganan Covid-19, dan Presiden Jokowi tidak menginginkan Indonesia digunakan sebagai fokus atau perhatian dunia terkait masalah Covid-19,” tukasnya.

Pada saat pihak pemerintah sedang fokus menangani Covid-19, lanjut Suhendra, lembaga intelijen negara harus sigap menangkal semua kepentingan yang akan memperkeruh suasana atau mengail di air keruh. “Secara logika seharusnya aparat intelijen negara mempunyai kemampuan untuk mengamankan politik negara. Kegagalan pihak intelijen dalam mengantisipasi berbagai peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu tidak boleh terulang kembali,” tandasnya. (Fon)

BERITA REKOMENDASI