Dua Milenial Bersaudara, Anindita dan Parama Satukan Potensi Indonesia

Editor: Ivan Aditya

Kelahiran Solo 15 November 1995, Parama berharap kolaborasi ini akan menghasilkan arsitektur tata kota, bangunan masa depan yang mutakhir dengan budaya khas Yogya, yang sehat dan aman. “Wabah seperti Covid-19 ini bisa terjadi 100 tahun sekali, salahsatu antisipasinya bisa dengan arsitektur, tata ruang,” tegasnya.

Lulusan University of California Berkeley (2016-2018) ini meraih gelar BA dengan predikat high honors, setara dengan magna cumme laude. “Konsentrasi dalam studi sejarah, teori arsitektur lanskap, dan perencanaan lingkungan,” ujar Parama yang banyak meraih prestasi arsitek profesional kelas dunia.

Parama bahkan mendapat penawaran beasiswa studi lanjut dari 11 universitas ternama dunia hingga kemudian memilih Harvard University. Parama juga mendapat dukungan Pusat Studi Keistimewaan Jogja (PSKJ) yang selama ini banyak memberi arahan bimbingan untuk duta-duta milenial daerah maju berkiprah dan berkarya di kancah nasional dan dunia khususnya di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata. (R-4)

BERITA REKOMENDASI