Hermitianta Prasetya, Tinggalkan Ibukota, Pilih Dirikan Bumdes di Kampungnya

Tak jarang, Mimit dan rekan kerjanya bersitegang karena berbeda pandangan. Bahkan rekan kerjanya sampai menitikkan air mata dalam beberapa momen perdebatan. Meski begitu, Mimit selalu tak ingin berlarut-larut dalam masalah emosi, juga tak pernah membawa permasalahan itu keluar forum diskusi.

“Kita sering debat, saya dan teman cewek lain kadang sampai nangis, tapi yang saya salut, dia itu tegas dan keras kalau lagi diskusi aja, ga pernah baper kemudian,” ungkap Niken Andriyani yang menjabat Sekretaris Bumdes Mukti Lestari.

Kini, upaya yang digagas Mimit sejak tahun 2018 telah menampakkan hasilnya. Sejak Konco Pilah dirilis awal tahun 2020, hingga kini telah ada sekitar 200 kepala keluarga (KK)  menggunakan jasanya sebagai wahana pengolahan sampah.

Meski merasa belum cukup puas, ia bersyukur dengan hasil yang mulai nampak. Sampah yang biasanya menumpuk di beberapa sudut pekarangan dan jalan mulai terurai. “Kita targetkan 600 kk di tahun 2020 ini,” ungkap Mimit dengan semangat. (Hammam Izzuddin)

BERITA TERKAIT