Ini Dia Deden, Pengamen Tuna Netra di Malioboro yang Viral Karena Bersuara Emas

BEBERAPA hari terakhir, sosial media dihiasi kabar menarik tentang seorang pengamen pria bersuara emas di kawasan Jalan Malioboro. Menyanyikan lagu milik penyanyi Andmesh Kamaleng, berjudul Cinta Luar Biasa, pengamen yang kemudian diketahui bernama Deden menyita perhatian warganet karena suara yang indah. 

KRjogja.com lantas berusaha mencari sosok Deden yang diketahui merupakan difabel tuna netra tersebut. Jumat (19/7/2019), reporter KRjogja.com akhirnya bertemu dan berbincang dengan Deden Abdulrahman, pemuda 29 tahun asal Lombok Barat NTB setelah sebelumnya cukup sulit mencari kontak telpon miliknya. 

Keseharian Deden ternyata dihabiskan di kawasan Gambiran Umbulharjo Kota Yogyakarta selama empat tahun terakhir. Ia  betah tinggal karena memiliki ibu asuh begitu baik selama tinggal di Yogyakarta sejak 2015, ditambah masyarakat yang menurutnya lebih ramah pada difabel. 

Berlatih band dan berorganisasi di Persatuan Tuna Netra Indonesia menjadi kegiatan sehari-hari Deden sebelum berangkat mengamen di Malioboro pada malam harinya. Rutinitas tersebut membuat pemuda yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta ini merasa bahagia. 

Saat tiba waktu pukul 19.00 WIB, Deden akan mulai bersiap. Ia mengecek sebuah sound sistem mini yang dirakitnya hampir dua tahun lalu dan berdandan rapi sebelum akhirnya berangkat menggunakan becak langganannya. 

Setiap malam rutininas tersebut dilakukannya, menghibur wisatawan di Jalan Malioboro, tepat di depan Mall Malioboro. Suara merdu yang keluar dari mulutnya, hampir selalu membuat orang kangen. 

“Saya sudah punya pendengar setia, kadang kalau saya tidak ngamen karena ada job lain atau kegiatan lain, banyak yang tanya. Biasanya pedagang kopi keliling dekat saya mengamen yang memberitahu, kalau banyak yang mencari saya,” ungkapnya mengisahkan. 

Deden mengaku tak pernah belajar menyanyi sejak dulu, kemampuan memadu nada tersebut didapatkan secara ototidak karena hobi berkesenian sejak kecil. Keterbatasan penglihatan yang dimiliki karena penyakit sejak lahir, ternyata tak dianggap Deden sebagai penghalang justru memotivasinya untuk berprestasi di bidang yang digemari. 

“Saya tidak pernah les vokal atau apalah namannya, saya belajar sendiri setelah mendengarkan suara Sammy (Simorangkir), Afghan dan Vidi Aldiano. Yasudah saya beranikan diri, saya belajar sendiri, modifikasi dan ikuti hingga bisa seperti sekarang ini,” imbuh bungsu dari lima bersaudara ini. 

Tak begitu saja percaya, KRjogja.com lantas meminta Deden untuk menyanyikan lagu Andmesh yang membuatnya viral di sosial media. Ia memilih bernyanyi di depan rumah tetangga kontrakannya yang kebetulan sedang ramai digunakan berkumpul. 

Beberapa tetangga langsung menaruh mimik wajah gembira saat Deden menata sound sistem mini dan memasang kabel microphone. Mereka tahu suara Deden bagus dan enak didengarkan. 

Intro lagu berjalan, Deden mulai menyanyi dan seketika suara merdu mengalun mengikuti irama musik. Deden menjawab pertanyaan reporter KRjogja.com dan wisatawan yang kadang menilai ia hanya lipsing saja. 

“Ya ini suara saya, tapi memang saya pemilih kalau untuk sound sistem. Mungkin itu yang buat suara saya kedengaran bagus juga. Tapi ya saya tidak pernah lipsing itu, tidak pernah pura-pura nyanyi,” ungkapnya tersenyum. 

Saat viral di media sosial, Deden pun mengaku tak menyangka sama sekali karena ia tak punya akun-akun sosial media lantaran keterbatasan yang dimiliki. “Saya ditelpon keluarga dan teman di NTB, mereka bilang saya viral. Ya saya tidak tahu, tidak menyangka bakalan viral juga, saya intinya hanya bekerja dan menyalurkan hobi menyanyi di Malioboro itu, tidak punya niat apapun,” imbuh pemuda yang juga pandai memainkan drum ini. 

Punya Tiga Anak Asuh

Komitmen Deden untuk bekerja tak hanya demi kepentingan pribadi ternyata diwujudnyatakan sejak setahun terakhir. Dengan uang hasil mengamen yang didapatkannya setiap hari, Deden mampu membantu membiayai tiga anak asuh. 

“Saya punya tiga anak asuh, satu di Sleman tuna netra juga dan dua di Gambiran sini. Sudah jadi mimpi saya sejak dulu bisa membantu anak-anak yang membutuhkan, ya lewat hasil ngamen ini. Komitmen saya, pokoknya saya cari duit ini tidak hanya untuk sendiri tapi untuk ibu dan anak-anak asuh selain saya tabung juga,” imbuh pengamen anggota Jaya Musik Malioboro Grup ini. 

Deden yang bercita-cita ingin membuka usaha setelah tak lagi mengamen tersebut kini sedang dalam misi menabung untuk menikah pada 2020 dengan pacar yang ditemuinya di kampung halaman. “Calon istri saya kuliah Bahasa Inggris, mungkin nanti mau buka usaha les privat begitu setelah menikah. Dia mau saya ajak tinggal di Yogya saja karena saya kerasan di sini. Lagipula di sini saya bisa berkesenian yang dihargai orang lain,” tandas pengamen yang pernah membuat single lagu Indonesia Merdesa bersama Pabrik Bunyi ini. 

Beberapa tawaran berkarier sebenarnya mulai berdatangan setelah sempat viral beberapa hari lalu. Namun, saat ini Deden tetap berkeinginan untuk menghibur wisatawan yang berada di Jalan Malioboro. 

“Sekarang ini inginnya tetap di Jogja, di Malioboro karena sejak awal mengamen ya di sana. Mudah-mudahan rejeki saya masih di sini, meski kita tidak tahu bagaimana kedepannya,” pungkas Deden. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI