Kisah Langgeng Sutrisno dari Konser “Door to Door”, Hingga Merdeka Jadi Ojol

BANTUL, KRJOGJA.com – Langgeng Sutrisno, warga Bongsren Gilangharjo Pandak Bantul pernah menjadi buruh bangunan, pengamen, pengayuh becak hingga terakhir ia memutuskan bergabung menjadi mitra driver ojek online (Ojol) di Gojek. Pilihannya itu pada akhirnya bisa membuat dirinya merdeka karena bisa memenuhi kebutuhan hidup, sekaligus berkesenian.

Pekerjaan sebagai driver Gojek yang dijalani sejak 22 Mei 2017 lalu ternyata mampu mengubah jauh hidup Langgeng Sutrisno bersama keluarga. Kenangannya lalu tersibak jauh ke belakang saat ia terkenang masa sulit bekerja menjadi pengamen yang melakukan konser “door to door” atau menjadi pengamen, menjadi kuli bangunan, berjualan es keliling dan pengayuh becak. 

Ia menceritakan, lulusan SMP sepertinya begitu sulit menaikkan derajat hidup untuk bekerja layak. “Setiap hari dulu jadi kuli bangunan, lalu ngamen juga. Ya gimana lagi lulusan SMP sulit sekali cari kerja,” ungkapnya mengenang. 

Langgeng Sutrisno

Lepas menikah tahun 1996, Langgeng lantas beralih pekerjaan menjadi penjual es krim keliling dan penarik becak di kawasan Kraton Yogyakarta. Tapi, ternyata kehidupannya semakin sulit kala tiga anaknya mulai beranjak dewasa dan membutuhkan uang lebih untuk bersekolah. 

“Jadi penarik becak itu malah lebih sulit lagi rasanya. Penghasilan tidak seberapa malah habis untuk makan, ongkos bis dan sewa becaknya. Sulit sekali rasanya karena di sisi lain anak-anak mulai butuh biaya,” ungkapnya lagi. 

Kesulitan demi kesulitan dihadapi Langgeng bersama sang istri hingga pada 2017 ia dikenalkan seorang teman dengan Gojek. “Saya nekat kredit motor, harus ikut Gojek karena sudah bingung mau kerja apa. Dua anak sudah mulai dewasa mulai bisa mandiri tapi saya punya tanggung jawab juga dulu-dulu sering minta bantuan kakak saya. Akhirnya nekat nggojek,” imbuh dia. 

Dari awalnya hanya mimpi punya motor, Langgeng akhirnya berani kredit dan ternyata berbuah manis. Menjadi mitra Gojek ia merasakan bekerja secara lebih baik dengan pendapatan yang selalu ada setiap hari. 

“Tiap hari selalu dapat uang, rasanya bahagia sekali bisa memberikan sesuatu untuk keluarga. Dulu penampilan saya juga lusuh karena mbecak sekarang tampil rapi dan sering keluar masuk hotel-mall. Dulu ndak terbayangkan orang desa masuk mall, sekarang hampir tiap hari,” kelakarnya. 

Aktif Berkesenian, Bentuk Flashmob Beksan Wanara Driver Gojek

Kini setelah dua tahun bekerja sebagai driver Gojek, dalam sehari Langgeng bisa mengantongi uang hingga Rp 200 ribu. “Alhamdulillah, setiap hari rata-rata Rp 200 ribu dapat, kehidupan kami jauh lebih baik sejak dua tahun terakhir,” tukas pria kelahiran 19 Januari 1971 ini. 

Di sela kesibukan mengais nafkah di atas motor, Langgeng ternyata juga aktif dalam berkesenian diantaranya karawitan, tari, ketoprak dan jatilan. Ia juga membentuk grup Flashmob Beksan Wanara driver Gojek yang sempat viral karena tampil di Karnaval Kabupaten Bantul beberapa waktu silam. 

Langgeng Sutrisno saat tampil di acara jathilan

“Tetap rasanya ada yang kurang kalau belum berkesenian karena saya sudah sejak kelas 3 SD ikut grup Reog/Jathilan di kampung saya. Kemarin iseng browsing Beksan Wanara di Youtube, lalu ajak teman-teman Gojek Bantul dan ternyata mereka respon bagus. Jadilah flashmob Beksan Wanara yang viral itu, yang saat itu jajaran pejabat Kabupaten Bantul ikut nari juga,” lanjut Langgeng. 

Bersama komunitas Gojek Bantul, kedepan Langgeng berniat terus melestarikan seni tradisi lewat aksi-aksi di berbagai acara publik. “Sudah ada rencana mau flashmob lagi bareng teman-teman Gojek, tapi nanti masih rahasia biar surprise. Pokoknya berusaha sebisanya melestarikan seni tradisi,” pungkas dia tersenyum. (Fxh)

Baca : 

Bagong Soebardjo, Kisah Mitra Driver Gojek DIY 001

BERITA REKOMENDASI