Kisah Pejuang Soemardi, Amankan Presiden RIS Hingga Ledakkan Jembatan Kali Bedog

Editor: Ivan Aditya

Dengan Pistol Mitraliur saat itu menurut Soemardi sudah cukup meninggikan morilnya bertempur, hanya saja ketika berhadapan dengan tembakan bren dan tembakan pesawat cocor merah semua pasukan pasti akan cari perlindungan.

Sayang diusianya ke-95 tahun pendengarannya sudah terganggu karena sejak menjadi Polisi Militer dia ditugaskan sebagai Bintara Perhubungan yang menangani pesan berifat umum maupun rahasia dengan telegraph maupun morse. Suara mesin morse yang melengking tinggi telah mempengaruhi membran telinganya sehingga sulit mendengar suara pelan.

Tapi yang mengagumkan adalah ingatan dan kondisi penglihatannya yang masih tajam. Secara fisik kondisi Soemardi juga sehat. Tanya resepnya, menurut Soemardi karena rajin membaca Al Quran dan koran setiap hari.

“Tiap pagi sehabis salat Subuh saya sempatnya membaca Al Quran, menjelang siang setelah sarapan saya lanjutkan membaca Koran. Al Quran membuat hati damai, nyaman dan tentram sehingga Insya Allah akan menjadikan jiwa sehat. sementara Koran mampu menjaga dan menghindari pikun atau lupa,” kata R Soemardi yang pensiun tahun 1977 dinas terakhir di Pomdam VII (sekarang IV) Diponegoro. (Cha)

BERITA REKOMENDASI