Kombes Pol Yuliyanto Inginkan Polisi Selalu Ada di Hati Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

NAMA Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto tidak asing lagi di telinga masyarakat Yogyakarta. Sosoknya kerap menjadi narasumber dalam berbagai acara, sesuai dengan tupoksinya di bidang hubungan masyarakat.

Yuliyanto juga aktif di media sosial, ia rutin menyampaikan pesan dan informasi yang berisi edukasi maupun sosialisasi khusunya menyangkut kamtibmas. Namun siapa sangka, pria dengan melati tiga di pundaknya ini ternyata saat remaja bercita-cita menjadi tentara.

"Saya lulus SMA tahun 1992, waktu itu saya terkagum-kagum sama Angkatan Darat. Jika ditanya dulu mau menjadi ABRI, pilihan pertama ke Akademi Militer, pilihan kedua Akademi Angkatan Udara, pilihan ketiga Akademi Polisi," kata Yuliyanto saat berbincang dengan KRJOGJA.com.

Meski profesinya saat ini bukanlah sesuai dengan cita-citanya, namun Yuliyanto merasa bersyukur karena menjadi Polisi bisa mengabdi kepada bangsa, negara dan masyarakat. "Ketika mengisi formulir itu untuk mengabdi kepada negara gitu.Tapi jadi polisi adalah sebuah pilihan jalan hidup. Ternyata hidup ini harus memilih dan mungkin sudah takdir, jadi yakin," ungkapnya.

Kurang lebih selama 24 tahun Yuliyanto mengabdi, ia mengaku banyak menerima hal-hal yang menyenangkan. Bagi Yuliyanto hal yang tidak menyenangkan di dalam profesinya itu, ketika tidak bisa melayani masyarakat dan memberikan kepuasan dengan baik.

"Kalau masyarakat kecewa artinya kita tidak memuaskan mereka, sehingga yang muncul rasa tidak senang masyarakat. Apakah itu dilakukan oleh saya sendiri atau Polisi yang lain. Karena semestinya Polisi bisa memberikan pelayanan dengan baik memberikan pengayoman dengan baik," ucapnya.

Yuliyanto mengakui jika Polisi tidak memberikan pelayanan dengan baik, masyarakat akan terus memberikan penilaian jelek sehingga berdampak kepada Citra negatif Polisi pada masyarakat. Oleh karenanya, Yuliyanto tak memungkiri kalau ada masyarakat yang tidak suka, itu karena Polisi tidak sesuai dengan ekspetasi mereka.

"Polisi itu di mata masyarakat harus benar. Seperti manusia setengah dewa, tapi kembali lagi kepada sifat dasar manusia, bahwa Polisi itu siapa," kata laki-laki berkacamata itu.

Selain kepada masyarakat, Polisi menurut Yuliyanto juga harus bisa menjadi teladan bagi rekan-rekan seprofesinya. Seperti kondisi Yuliyanto saat ini, menjabat Kabid Humas juga harus bisa memberikan contoh yang baik bagi anak buahnya.

"Melaksanakan tugas dengan baik tentu harus memberikan contoh. Misalnya jam 07.00 WIB harus sudah sampai kantor, ya sebagai pimpinan sebelum jam 07.00 WIB sudah harus di kantor karena pimpinan. Terus masuk kantor seenaknya saja enggak boleh," kata Yuli.

Karir Yuliyanto sebelumnya memang tercatat pernah menjadi pimpinan. Pertama kali berdinas tahun 1996, Yuliyanto bertugas di Polda Sulsel atau dulu namanya Sulawesi Selatan Tenggara. Kemudian tahun 2004 pindah ke Aceh selama 6 tahun.

Di Aceh bertugas di Ditlantas dan Wakapolres Sabang. Setelah itu dia menempuh pendidikan lagi dan masuk ke Polda DIY di Biro Operasi, jabat Kapolres Kulonprogo dan Kapolres Sleman. Kemudian dia pindah ke Korlantas Mabes Polri sebelum akhirnya menjabat Kabid Humas Polda DIY. (Ive)

BERITA TERKAIT

11 Desa Kekurangan Pendaftar Panwaslu Desa

26 Februari 2020, 12:10:35 WIB

Jalan Pleret – Banguntapan Diperbaiki

26 Februari 2020, 11:49:45 WIB

Sambut ‘Bali Baru’, Forum DTW Dibentuk

26 Februari 2020, 11:35:28 WIB

BPBD Siapkan Jalur Evakuasi Kawasan Rawan Longsor

26 Februari 2020, 11:29:30 WIB