M Ansori ‘Bagong’, Legenda Hidup PSS Sleman yang Menorehkan Banyak Kenangan

Tiga musim berselang usai bergabung, PSS berhasil promosi ke Divisi Utama tepatnya pada tahun 1999-2000. Bagong menjadi salah satu penggawa penting yang berhasil mengusung PSS ke kasta tertinggi, berjuang dengan rasa kekeluargaan.

“Saat itu benar-benar luar biasa rasa kekeluargaan antar pemain. Semua kompak di dalam dan luar lapangan. Paling membekas dalam benak saya sampai sekarang,” sambung pemain yang dahulu akrab dengan nomor punggung 26 ini.

Ingatan Bagong pun berlari kembali ke tahun tersebut. Ia mengingat saat setiap hendak bermain, seluruh anggota tim menggelar doa bersama. Di situ kekompakan begitu dirasakan Bagong, padahal di sisi lain finansial tim terhitung biasa saja.

“Kalau gaji itu masih kecil sekali, tapi kekompakan tim luar biasa. Setiap mau main kita selalu Mujadahan bersama almarhum Mbah Kidi. Itu membuat kita kompak, guyon-guyon bersama juga nyambung. Pokoknya membekas sekali,” sambung Bagong.

BERITA REKOMENDASI