Marno, Sulap Pasir Gersang Jadi Lahan Produktif

KAWASAN lahan pasir selatan Bantul tidak hanya berpotensi untuk budidaya komoditas sayuran. Ketika lahan tersebut dikelola dengan sungguh-sungguh, lahan pasir juga cocok sebagai tempat mengembangkan buah melon.

Selama ini memang lahan gersang di pesisir selatan Bantul lebih banyak dimanfaatkan untuk budidaya cabai, bawang merah serta tanaman palawija lainnya. Namun Marno warga Bedoyo Karangsewu, Galur, Kulon Progo memberikan inspirasi. Menurut dirinya lahan pasir yang gersang bisa di optimalkan menjadi area pertanian produktif dan menjanjikan keuntungan berlipat.

“Kalau lahan pasir diolah secara sungguh – sungguh bakal menjadi media tanam yang menjanjikan, hasilnya panen melon juga berdampak baik karena sudah beberapa kali saya mencoba dan berhasil,” ujar lelaki 41 tahun tersebut.

Menurut Marno, mengolah lahan pasir memang dibutuhkan penanganan khusus. Termasuk bagaimana berinovasi supaya ketersediaan air terjaga. Karena tanaman melon membutuhkan air secara berkelanjutan.
“Kami menggunakan impus selang plastik, artinya dibawah mulsa atau plastik penutup tanah itu kami buat jaringan agar air selalu mengalir,” ujarnya. Dengan sistem tersebut, konsekuensinya mesin disel harus menyala terus untuk mendorong air terus mengalir.

Marno mengatakan, kendati ditanam di pasir gersang, masa panen hampir sama dengan ketika dibudidayakan di lahan pertanian biasa. Perbedaan paling mendasar terletak pada sistem pengairan.

Budidaya di lahan pasir sistem pengairan dengan impus plastik mesti mengalir terus menerus. “Saya melihat lahan pasir punya potensi yang luar biasa daripada tidak termanfaatkan dan dibiarkan terbengkalai. Karenanya dengan kerja keras saya optimalkan dengan budidaya melon, dan hasilnya sangat memuaskan,” pungkasnya.(Roy)

BERITA TERKAIT