Meretas Jalan ke MotoGP, Fadhillah Arbi Berlaga di ATC 2020

FADHULLLAH ARBI ADHITAMA (14) kaget mendengar kabar wafatnya Afridza Munandar di sirkuit Sepang Malaysia dalam balapan Asia Talent Cup (ATC) 2019, Sabtu (2/11/2019) lalu. Dua hari sebelumnya, Arbi mengaku masih sempat berbincang dengan Afridza di hotel negara itu, saat istirahat balapan. Afridza memberi motivasi kepada Arbi dan belasan pebalap lain yang lolos seleksi ATC tahun 2020. 

Namun, tidak ada kata ragu dalam benak anak sulung pasangan Robi Kurniawan dan Anggi Putra Anggraeni itu. "Saya tetap optimis, tidak ada keraguan. Balapan itu risikonya tinggi, namun kompetisi jalur resmi selalu mensyaratkan keselamatan pebalap sebagai yang utama," katanya kepada KRJOGJA.com, Selasa (5/11/2019). 

Siswa kelas VIII SMP Bruderan Purworejo itu mengaku tetap menatap jauh masa depannya lewat ajang yang menjadi batu loncatan pebalap untuk bisa masuk ke MotoGP itu. Arbi merupakan satu dari empat pebalap muda Indonesia yang lolos seleksi dan dipastikan mengaspal pada ATC 2020. Kompetisi yang juga diikuti almarhum Afridza. 

Arbi mengatakan, perjalanan menuju ATC dimulai dengan masuk ke Astra Honda Racing School (AHRS) atau sekolah balap milik pabrikan Honda, tiga tahun lalu. "Saya ikut tiga sesi, di Surabaya, Tasikmalaya dan Subang. Semua gratis dan difasilitasi AHRS," ucapnya. 

Arbi belajar teori, mesin, gaya balap, serta nonteknis seperti etika ketika diwawancara media massa. Muara AHRS adalah seleksi ke ATC. Sekolah mengadakan tes dan Arbi berhasil lolos. Tidak ada saling adu cepat seperti balapan pada umumnya, namun, tim melihat gaya balap dan catatan waktu. 

Ia lolos bersama lima pemuda lain dari berbagai tim di Indonesia. Seleksi di Malaysia pun ditujukan untuk melihat gaya balap dan catatan waktu. Alberto Puig, pencari bakat asal Spanyol, menjadi aktor utama terpilihnya para pebalap yang akan promosi atau keluar dari ATC. "Ada 120 pembalap dari berbagai negara di Asia hingga Australia ikut seleksi di Malaysia. Hasilnya dicari 15 anak terbaik dan empat wakil Indonesia lolos, saya salah satunya," ungkapnya. 

Arbi akan menjalani enam seri balapan di Qatar, Thailand, Jepang, Australia, dan dua kali di Malaysia. ATC musim 2020 dimulai awal Maret mendatang, dan akan mengendarai motor Honda CBR 250. Arbi menargetkan podium pada setiap seri dan berharap bisa memberi yang terbaik untuk Indonesia. 

Apabila berhasil di ATC, katanya, pebalap memasuki jenjang Redbull Rookies Cup di Eropa, Asia Road Racing Championship, FIM CEV Moto 3 Junior dan Moto 2 Junior. Muaranya kejuaraan itu, lanjut Arbi, adalah kejuaraan paling bergengsi MotoGP. "Saya punya mimpi kelak bisa berlaga di MotoGP," tegasnya. 

Arbi didampingi orang tua dan mekanik menjalani latihan rutin seminggu sekali di sirkuit Semut Aspal Boyolali. Latihan dilakukan Sabtu – Minggu sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah. "Sekolah menyambut positif dan memberi izin, bahkan untuk materi Arbi dibuatkan modul tugas. Saat dulu didaftarkan ke SMP Bruderan, saya menyampaikan sekaligus minta izin kalau pembelajaran bakal sering terganggu karena Arbi pembalap motor," terang Anggi Putra Anggraeni.(Jas)

BERITA REKOMENDASI