Putut Joko Purnomo, Terkenang Upah Rp 2.500 di PSIM

Saat itu, meski jadi tim profesional, namun keuangan PSIM masih minimal. Putut terkenang setiap latihan, masing-masing pemain akan mendapatkan upah Rp 2.500 yang diakumulasi setiap akhir pekan.

“Jadi, tiap Jumat sore begitu kita pemain menunggu nih, bendahara datang tidak. Kalau datang ya sumringah, artinya terima amplopan. Jadi saat itu tiap latihan kita diberi upah Rp 2.500 jadi diakumulasi tiap akhir pekan, kalau latihan terus 5 kali kita bisa terima Rp 15 ribu,” kenangnya tertawa.

Untuk uang main, menurut cerita Putut saat itu dibagi menjadi tiga tingkatan yakni pemain inti, pengganti dan line up. “Jadi pemain yang main full dapat Rp 75 ribu, yang pengganti dapat Rp 50 ribu dan yang masuk line up tidak main dapat Rp 25 ribu,” sambung dia tersenyum. Untuk diketahui, saat itu upah PSIM memang terhitung lumayan, kurs Dollar Amerika kala itu masih berada di sekitar Rp 2.000 per Dollar.

BERITA REKOMENDASI