Suka Duka Hasoe di Panggung Dangdut, Pernah Dibayar Pakai Brambang

Editor: Ary B Prass

 

HASOE alias Hadi Soesanto memang selalu memiliki kreativitas yang tak biasa, terutama konsep aksi panggung. Ia dikenal selalu total saat tampil, mengenakan pakaian yang tidak biasa dan berbeda dari pemain organ tunggal lainnya.

Pria asal Jember yang sudah sangat lama bermukim di Yogyakarta ini memulai aktivitas electone dangdut sejak tahun 1996 silam, sebagai pengisi waktu di antara kesibukannya melukis. Berkat aksi panggung yang nyentrik, Hasoe dikenal luas di dunia event luring, bahkan berkembang ke jejaring online dengan pengikut instagram yang kini hampir mencapai 500 ribu.

Puluhan ribu panggung sudah dilewati Hasoe bersama para angels sampai saat ini. Menghibur penikmat musik dangdut koplo dengan aksi panggung yang nyentrik dan menarik.

Di usia 54 tahun dengan 26 tahun pengalaman manggung ‘ndangdutan’, Hasoe memiliki banyak pengalaman menarik yang tak bisa dilupakan. Kesulitan mengatur para angels karena berbagai hal, juga kerelaan dibayar dengan upah bawang merah pernah dialami yang kini hanya menjadi cerita yang selalu diakhiri dengan senyum.

“Dulu pernah main di luar kota, dibayar pakai brambang (bawang merah) ya pernah. Ora dibayar, tombok ya sering. Tapi yang jelas cukup Hasoe saja yang merasakan, biduan jangan,” sambung pria yang juga sempat melukis relawan Covid dengan koran KR bekas beberapa waktu lalu.

BERITA REKOMENDASI