Desi, Perempuan Tangguh Mengedukasi Literasi Digital

DESI Seantining (38 tahun) dikenal sebagai salah satu sosok perempuan yang gigih berperan dalam pemberdayaan masyarakat lingkungannya. 

Perempuan asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini tanpa kenal lelah memberikan edukasi dan literasi digital kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Jawa Tengah. 

Setiap hari, Desi memperkenalkan cara bertransaksi melalui aplikasi Business to Business (B2B) platform Ralali.com kepada pelaku usaha UMKM. Sejak Agustus 2019, Ibu tiga anak ini bergabung dengan on demand promotion platform BIG Agent, salah satu fitur Ralali.com yang memberikan keleluasaan bekerja (freelancer) dan komisi yang menjadi penghasilan tambahan baginya. 

Awalnya Desi tidak menyangka, dengan segala kemudahan fasilitas jual beli online yang sudah marak saat ini, ternyata masih sangat sulit bagi sebagian masyarakat di lingkungan Desi untuk memanfaatkannya. Pasalnya, sebagian besar dari pemilik warung, toko kelontong, konter HP, toko elektronik, tempat makan dan pasar tradisional di Kebumen, Purwokerto, Cilacap dan sekitarnya belum mengetahui cara bertransaksi secara digital di platform jual beli online.

"Mereka tertarik dengan barang dan produk yang saya tawarkan. Tetapi rata-rata pemilik toko adalah orang tua berusia 40 tahun keatas yang tidak tahu cara bertransaksi lewat aplikasi. Smartphone mereka hanya sebatas whatsapp untuk berkomunikasi saja,” ujar Desi dalam keterangannya (26/12/2019).

Setiap hari, Desi berkeliling menawarkan produk sesuai job list (daftar pekerjaan) yang tersedia di aplikasi BIG Agent kepada pelaku UMKM. Produk yang Ia tawarkan rata-rata produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods), seperti minyak, kopi, mie instan, beras dan lain sebagainya.

Caranya, Desi membawa sejumlah produk ke setiap warung yang Ia kunjungi dan bertransaksi dengan mekanisme O2O (offline to online). "Saya menawarkan minyak, mie dan kopi yang gampang laku dan harganya miring. Mereka tertarik," ujarnya.

Kemudian Desi mengarahkan mereka untuk mendownload aplikasi Ralali.com dan melakukan transaksi dari aplikasi. Lalu Desi mentransfer transaksi mereka ke Ralali.com. "Sebagai penggantinya, mereka memberikan uang cash ke saya,” cerita Desi.

Desi mengakui, strateginya ini untuk memudahkan pekerjaannya sebagai Sobat Agent (sebutan untuk pengguna BIG Agent), sekaligus memfasilitasi pemilik usaha untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan dengan pilihan harga yang lebih menguntungkan di platform jual beli online.

"Mereka masih takut bertransaksi lewat online. Maunya COD (cash on delivery). Karena itu saya pelan-pelan menjelaskan, kalau mau dapat barang-barang yang murah dan bagus seperti ini, belanjanya pakai aplikasi Ralali.com. Dan mereka bisa merasakan secara langsung berbelanja lewat aplikasi,” tutur Desi.

Diakui Desi, setelah mencoba melakukan transaksi di Ralali.com, rata-rata pemilik usaha warung dan kelontong mendapatkan keuntungan lebih. Karena para pelaku UMKM tersebut mendapatkan opsi produk-produk yang murah dan berkualitas, dan diantar langsung ke masing-masing toko.

Selain membantu para pelaku UMKM mendapatkan harga barang yang lebih menguntungkan, sebagai Sobat Agent, Desi memperoleh penghasilan yang lumayan untuk keluarganya. Dengan setiap harinya berkeliling ke 20 hingga 25 warung, toko kelontong dan pasar tradisional, dalam satu minggu Desi mengaku dapat mengantongi komisi sekitar Rp 2 juta, atau rata-rata Rp 8-10 juta perbulan.

“Saya berterima kasih kepada Big Agent dan Ralali.com yang telah memberikan kesempatan bagi saya mendapatkan penghasilan tanpa dikejar-kejar target (seperti sales pada umumnya). Jadinya saya lebih leluasa mengatur waktunya," tambah Desi.

VP BIG Agent Peter Wijaya mengapresiasi kerja keras dan semangat Desi dalam menjalani profesinya sebagai Sobat Agent, sekaligus sebagai ibu yang tidak pernah lelah berjuang demi anak-anaknya. "Sejatinya, seorang ibu tidak hanya sebatas mengurus anak dan keluarga. Akan tetapi, turut bekerja membangun kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya dan bermanfaat bagi masyarakat luas," tuturnya.

Dari sekelumit kisah Desi, Peter berharap dapat menginspirasi seluruh Sobat Agent, terutama para perempuan hebat yang tersebar di pelosok daerah untuk lebih semangat memberikan dampak sosial dan ekonomi dari perkembangan teknologi bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. (Imd)
.

BERITA TERKAIT