Dikira Produk Luar, Cerita Anak Muda Yogya Buat Sarung Tangan Motor Kulit

PRODUK sarung tangan berlabel Northy beberapa waktu terakhir begitu dikenal kalangan penghobi sepeda motor. Sekilas, nama tersebut mencitrakan sebuah produk internasional yang diproduksi di luar negeri.

Namun, siapa sangka brand Northy ini dibangun oleh anak-anak muda Yogyakarta yang bersedia melalui proses dan pengorbanan yang begitu panjang. Semuanya berawal dari kisah persahabatan enam pemuda yang sebagian besar sudah saling kenal sejak menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah I Yogyakarta.

Adalah sosok Ilham Setia Pradana yang membuka jalan Northy, untuk berkiprah di dunia sarung tangan kulit ini. Ilham menceritakan sejak kecil ia sudah sangat dekat dengan ‘perkulitan’ karena usaha yang digeluti oleh orang tuanya.

Beranjak dewasa, ia merasa tertarik untuk menggeluti lebih dalam, hingga mampu menyuplai kulit untuk sebuah pabrik sarung tangan di Jawa Tengah. Sempat sukses beberapa bulan, pabrik tersebut dinyatakan bangkrut, sementara produk-produknya pun gagal ekspor.

“Saat itu saya nggak dibayar, ada rugi sekitar Rp 300 juta, akhirnya berpikir bagaimana, akhirnya aku ambil mesin-mesinnya, mesin potong lah, mesin jahit untuk produksi itu. Belum tahu mau diapakan, tak taruh pabrik saja dulu,” ungkapnya ketika berbincang Senin (28/9/2020).

BERITA REKOMENDASI