Dikira Produk Luar, Cerita Anak Muda Yogya Buat Sarung Tangan Motor Kulit

Keberuntungan lantas terjadi saat ia bertemu Iksal Nuari Adha, yang kini jadi salah satu partner-nya di Northy. Iksal datang dan memberi masukan untuk kembali memproduksi sarung tangan yang ternyata bersambut baik.

“Di tahun 2017 itu kita jadi manufaktur, tapi bertahan sekitar satu tahun saja. Kita kewalahan karena harus pekerjakan sekitar 60 karyawan, sementara manajemen belum bagus. Setiap bulan kita sering tombok untuk menggaji karyawan. Lalu dapat pelajaran dari situ, kita berani buat brand yang akhirnya diberinama Northy,” ungkapnya lagi.

Keberanian tersebut berhasil membuahkan hasil terhitung dalam waktu tiga tahun, Northy berhasil menjamah berbagai daerah di penjuru tanah air. Kini brand ini sudah ada di offline store Yogyakarta, Solo, Bandung, Jakarta, Bali, hingga Lampung.

“Alhamdulillah, sekarang omsetnya bisa sekitar Rp 150 juta per bulan, karena kita juga rutin mengikuti pameran, atau event di luar kota juga. Saat pandemi ini memang ada pengurangan, tapi kita coba giatkan penjualan online di bermacam-macam market place. Banyak dikira orang brand internasional, ternyata diproduksi di Yogyakarta, anak-anak lokal,” tuturnya tersenyum.

BERITA REKOMENDASI