eSambelin Cak Mono dari Dapur Rumahan Tembus Mancanegara

Awalnya, pesanan sambel datang dari komunitas teman-teman sendiri. Setelah dari mulut ke mulut, pesanan sambel pun datang dari komunitas yang lain. Kini, eSambelin Cak’Mono sudah memiliki lima orang Reseller yang semakin melebarkan pasar hingga mancanegara.

“Berkat jaringan pasar yang dimiliki para Reseller, sambel saya sudah menembus mancanegara, seperti London dan Norwegia. Tak lama lagi bakal dibawa dan dipasarkan ke Belanda”, kata Darmono dengan bangga.

Tak hanya itu, Darmono pun mulai meracik langkah untuk masuk ke pasar para jemaah umroh dan haji asal Indonesia. “Pengalaman saya saat berhaji, para jemaah kesulitan mencari sambel di Tanah Suci. Saya pun pernah menemukan sambel di Mekah, serasa menemukan emas. Itulah makanya saya berpikir untuk masuk ke pasar umroh dan haji”, jelas Darmono.

Untuk itu, eSambelin Cak Mono akan hadir membuka stand di setiap acara Manasik umroh dan haji. “Saya akan jalin kerjasama dengan pihak biro travel umroh dan haji”, cetus Darmono.

Pasar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong pun sudah menjadi bidikan Darmono selanjutnya. “Saya yakin mereka di Hongkong sangat merindukan nikmatnya sambel khas Indonesia. Insya Allah, saya mau masuk kesana juga”, kata Darmono.

Soal rasa, sambel khas eSambelin Cak’Mono juga sudah memiliki variasi rasa. Dengan ukuran botol 150 milimeter, selain rasa sambel biasa, ada juga varian rasa teri, petai, dan tongkol. Harga yang dipatok berkisar Rp30 ribu sampai Rp35 ribu saja. “Bagi Reseller mendapat cashback atau diskon Rp5 ribu”, ungkap Darmono seraya menyebutkan, bakal menyusul varian rasa ikan cakalan dan cumi.

Tingkat kepedasannya pun kini sudah terbagi dua, yaitu pedas asyik dan pedas bingits. “Dari 250 botol yang sudah diserap pasar, ada masukan dari yang suka yang sangat pedas dan yang tidak terlalu suka sangat pedas. Jadi, saya bikin dua tingkat kepedasan”, ulas Darmono.

BERITA TERKAIT