Mbah Mangun, Saksi Hidup Kejayaan Mie Lethek Bantul

MIE LETHEK merupakan mie produksi masyarakat Srandakan, Bantul, yang berbahan dasar tepung tapioka dan gaplek. Meski warnanya tidak menarik, rasa mie lethek yang diolah menjadi mie rebus atau mie goreng terbilang juara.

Don’t judge a book by its cover, mungkin itu adalah istilah yang paling tepat untuk menggambarkan kuliner yang satu ini. Jika biasanya mie berwarna kuning cerah atau putih bersih, maka tidak dengan mie lethek. Sesuai dengan namanya “lethek” yang dalam bahasa Jawa berarti kotor atau tidak bersih, warna mie lethek memang benar-benar lethek alias kusam dan tidak membangkitkan selera.

Terbuat dari tepung tapioka dan gaplek serta diolah secara tradisional tanpa menggunakan pewarna makanan dan bahan kimia lainnya menjadikan warna mie lethek sama dengan warna gaplek, kuning gading dan agak kusam. Namun justru karena warnanya yang lethek itulah mie ini menjadi begitu melegenda. 

Dan salah satu saksi atas melegendanya mie lethek adalah Mbah Mangun (72). Mbah Mangun bekerja sebagai juru masak di pabrik mie lethek Bendo asli cap garuda. Kesetiaanya untuk bekerja masih tertanam hingga saat ini.

Mbah Mangun sudah bendedikasikan seluruh waktu hidupnya di pabrik tersebut. Hampir 50 tahun mbah Mangun bekerja sebagai juru masak. Mbah Mangun juga merupakan karyawan tertua yang masih bertahan.

Di umurnya yang sudah tidak muda lagi, dirinya masih asik bekerja serta mampu menyajikan makanan untuk para karyawan pabrik mie lethek yang terletak di Srandakan, Bantul, Yogyakarta. 

Mbah Mangun harus memasak bersama dua juru masak lain sebanyak 2 kali. Dari informasi yang diperoleh, terdapat 30 karyawan yang akan menikmati masakan mbah Mangun.

Setiap harinya, mbah Mangun berangkat dari rumahnya Sejak pukul 06.00 pagi menuju pabrik menggunakan kendaraan sepeda tua miliknya. "Kalo jalan kaki suka gemeteran batuk-batuk, kalau menggunakan sepeda enggak," tutur mbah Mangun.

Meskipun sudah tidak muda lagi, mbah tetap ingin bekerja agar tidak merasa kesepian dirumah karena anak-anaknya sudah pada menikah dan sibuk dengan keluarganya masing-masing. (Evi Nur Afiah)

BERITA REKOMENDASI