Pandemi Covid-19, Seniman Campursari Geluti Bisnis Botani

MENJADI penjual tanaman hias sebenarnya bukan impian Joko Setyawan. Seniman campursari yang sehari-hari bergelut dengan pentas dan panggung ini memaksakan dirinya mengubah kebiasaan untuk bisa bertahan hidup di masa pagebluk. Ternyata, keseriusannya menekuni usaha sampingan itu membuahkan sukses. Hasil penjualan tanaman hiasnya mampu mensubstitusi pendapatan manggung yang kini sepi.

Ditemui KRjogja di rumahnya di Dusun Getasan Desa Kaling Tasikmadu, akhir pekan lalu, Joko sedang menata tanaman bonsai kelapa. Ia juga merawat tunas-tunas kelapa yang tumbuh kerdil namun cantik dari batok kelapa yang dijadikan pot. Jika dilihat penampakannya, bonsai pohon kelapa tak ubahnya tanaman pada umumnya. Namun melihat proses budidayanya, ternyata cukup rumit. Sehingga, ia merasa pantas menjualnya dengan harga lebih tinggi jika dibanding tanaman hias pada umumnya. Apalagi pehobi botani pasti menganggap itu wajar.

“Membuat bonsai kelapa butuh kesabaran. Karena prosesnya memakan waktu berbulan bulan bahkan tahunan untuk menghasilkan bonsai kelapa yang eksotis. Kebetulan sudah enggak banyak job manggung orkes, sehingga sekarang beralih ke budidaya bonsai kelapa,” katanya.

BERITA REKOMENDASI