Pelaku UMKM Inovatif, Karung Goni ‘Disulap’ Jadi Barang Bernuansa Etnik

PERAJIN kecil dituntut kreatif dan inovatif agar produk yang dihasilkan laku di pasaran. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, perajin harus mampu berinovasi merubah sesuatu yang awalnya tidak berharga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Tri Nur Utami (40) warga Wetan Pasar, Pedukuhan Jogoyudan, Kalurahan/ Kapanewon Wates, Kulonprogo menciptakan terobosan baru merubah karung goni menjadi produk ‘fashion’ bernuansa etnik. Pangsa pasar tas, dompet dan sarung bantal berbahan baku karung goni yang unik kini sudah menembus mancanegara. Bahkan omzetnya mencapai Rp 10 juta perbulan.

Tri mengaku ide awal membuat pruduk Ghoniku berawal dari kecintaannya terhadap produk-produk fashion yang bernuansa etnik. Sulitnya mencari barang yang ia inginkan pada saat itu, mendorongnya untuk membuat produk sendiri. Beruntung produknya banyak diterima bahkan saat ini sudah menembus pasar mancanegara seperti Singapura dan Malaysia.

BERITA REKOMENDASI