Terdampak Corona, Karyawan Hotel Terjuni Usaha Nasgor

BEKERJA menjadi karyawan suatu hotel di Yogya, jadwal kerjanya diselang-seling atau masuk kerja hanya tiga hari dalam seminggu termasuk bagian dari imbas adanya pandemi virus Corona. Otomotis gaji yang diterima karyawan bersangkutan setiap bulan juga menjadi sekitar separuhnya.

Hal ini dialami Aris Budiyani yang tinggal di kawasan Gamping Sleman. Namun, ia tak lantas berkeluh kesah ataupun nglokro, bahkan sekitar dua bulan lalu punya ide untuk izin tak bekerja dahulu, selanjutnya membuka usaha mandiri, yakni usaha kuliner dengan menu andalan nasi goreng (nasgor) serta sejumlah masakan lain. Pimpinannya pun membolehkan dan jika pandemi sudah berakhir boleh bekerja lagi seperti semula.

“Jadi sampai sekarang status saya masih karyawan di suatu hotel. Belum tahu, besok kalau sudah tak ada Covid-19 mau bekerja lagi di hotel atau tidak. Sampai sekarang saya juga belum mengundurkan diri secara resmi,” jelas Aris, baru-baru ini.

Ditemui di lokasi usahanya yang tak jauh dengan rumahnya, ibu dari dua anak ini mengungkapkan, meski baru sekitar dua bulan lalu usahanya yang diberinama Kedai AA sudah semakin dikenal konsumen. Rutin dipesan konsumen, baik dimakan di tempat maupun dibungkus, misalnya nasgor cumi, udang, campuran sea food, ayam, sapi dan babat. Ada pula masakan jenis lain yang banyak digemari konsumen seperti mi goreng/rebus, capcay serta ayam lada hitam.

Ia sendiri merasa senang dengan masakan nasgor, sehingga menjadi faktor pendorong untuk membuka usaha dengan menu andalan nasi goreng. Ditambah lagi, ada temannya yang sudah tak bekerja di hotel dan bisa sukses menerjuni usaha serupa. Sedangkan suaminya lebih banyak mengurusi usaha penjualan sembako di pasar tradisional tak jauh dari tempat tinggalnya.

BERITA REKOMENDASI