‘Titik Balik’ Ceritakan Pengalaman Bowo Cahyono Terbebas dari Lilitan Utang Rp500 Juta

Tapi apa boleh dikata, ketika bisnis tak menguntungkan, nota kerjasama bisnis dengan pihak kedua justeru berubah menjadi hutang yang menggunung. Pihak mitra maunya untung, tapi tak mau menanggung rugi. “Sayang saya waktu itu belum paham model kerjasama yang aman,” tambahnya.

Akibat hutang yang menggunung, Bowo menjadi sasaran debt collector. Hidup pun tak nyaman. Dihantui rasa ketakutan dan kekhawatiran. Sebab debt collector tidak hanya mengancam dan menerornya, tetapi juga mengganggu keluarga yakni anak dan istri.

Dalam keterpurukan tersebut, Bowo lantas mencoba bangkit. Sisa-sisa uang yang ada, ia gunakan sebagai modal. Ibarat kata hanya modal beli pulsa untuk dapat mengakses media sosial. Ya, lewat media sosial Bowo mulai bangkit, mulai merintis usahanya kembali.

“Jual beli motor saya lanjutkan, tetapi tidak lagi pakai showroom. Saya cukup memajang barang dagangan di media sosial, menawarkan lalu ada saja masyarakat yang berminat membeli,” katanya.

Kisah tentang bagaimana dia membuka showroom virtual tersebut menjadi satu dari 48 kisah menarik yang ditulisnya di buku Titik Balik. Kisah-kisah inspiratif lainnya bisa menjadi model bagi siapa saja yang mau bangkit dari keterpurukan ekonomi seperti yang telah Bowo lakukan. Misalnya saja Facebook Menghasilkan Uang, Saktinya Bisnis Online, Usaha Itu Menjual Solusi, Cara Menyelesaikan Hutang, Rejeki yang Diantar, Nyari Uang Recehan dan sebagainya.

BERITA REKOMENDASI