‘Titik Balik’ Ceritakan Pengalaman Bowo Cahyono Terbebas dari Lilitan Utang Rp500 Juta

Dalam buku setebal 195 halaman tersebut, Bowo juga berkisah tentang kiat untuk sukses dengan menghindari hutang (riba). Ia mengatakan jika bisnis dibangun dengan hutang apalagi riba, maka tunggulah masa kehancurannya.

 

‘Ini yang namanya uang kita disedot dengan bunga kredit. Sudah saya katakan di depan bahwa ini buang-buang uang.’ (hal 50).

 

Karena itu ketika Bowo bertekad hijrah, semua barang yang dibeli dengan sistem kredit dan riba, dia jual termasuk mobil dan rumah. Dari hasil penjualan asset tersebut Bowo lantas menutupi semua sisa hutangnya.

 

Dalam buku yang dijual secara online tersebut, Bowo juga memberikan kiat bagaimana memulai usaha tidak dengan modal yang besar, tidak dengan lokasi yang strategis atau biaya marketing yang mencekik. Bahkan bisa tidak memakai jasa karyawan. Semua bisa dimulai dari media sosial, yakni jualan secara online.

 

Kiat suksenya berjualan melalui internet, dalam buku tersebut Bowo mengupas tuntas dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami masyarakat awam. ‘Terus bangun secara bertahap, bangun keakraban dengan customer. Buat status-status yang menarik dan orang-orang semakin akrab dan terbiasa. Setelah itu sesekali upload barang dagangan.’ (halaman 69).

 

 

 

Meski usaha yang digeluti tidak membeni orang lain, Bowo mengaku nyinyiran, nada sinis dan cemooh tak urung diterimanya juga. Menghadapinya, Bowo tak perlu emosi apalagi membalas nyinyiran dan cemooh tersebut.

 

‘Nyinyiran atau hujatan itu tidak akan menjatuhkanmu di hadapan Tuhan. Sanjungan dan hormat juga tidak akan membuatmu semakin tinggi di hadapan Tuhan.’ (hal 114).

 

Selain berisi tentang kisah-kisah inspiratif dan tulisan motivasi, buku yang sudah cetak untuk kedua kalinya tersebut juga memuat nasehat Bowo tentang keajaiban sedekah. Seberapapun nilai sedekah, jika dilakukan rutin dan ikhlas, tidak mengharapkan pujian, akan mampu mengetuk pintu langit. Tuhan akan memberikan balasan dengan rezeki lain yang tidak pernah kita sangka dengan nilai yang berlipat.

 

‘Saya pernah mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka berkali-kali. Dan bukan hanya uang saja. Saya pernah mendapatkan rezeki tiket pesawat bisnis.” (hal 124).

 

Bowo berharap melalui buku ini, orang yang mengalami nasib serupa atau tengah dilanda kesulitan ekonomi, dapat belajar dan terinspirasi untuk bangkit. Tak ada sesuatu yang terlambat untuk memulai hal yang baik. Karena stuck dalam keterpurukan, justeru akan memperpanjang rasa depresi dan rasa frustasi.

 

Meski berisi kisah-kisah motivasi sederhana, buku ini cocok dan penting untuk dibaca siapa saja. Termasuk mereka yang kini sedang berada di atas, sedang menangguk keuntungan. Karena hidup itu ibarat roda, kadang berputar pada posisi atas, tetapi bisa juga sekali waktu berada di posisi bawah.

 

Karena itu menyiapkan diri dengan ilmu dan pengetahuan sebagai ‘modal’ menghadapi situasi pahit itu penting. Ibarat kata, kita perlu menyiapkan dana cadangan atau dana darurat untuk menghadapi masa-masa kritis. Maka tak ada salahnya membeli lantas membaca buku Titik Balik, Hidup Apa Adanya karya Bowo Cahyono yang untuk sementara dijual melalui Facebook: Bowo Cahyono, Fan page FB: Bowo Cahyono Nugroho dan IG : bowo_cahyono_nugroho. (rini Suryati)

 

BERITA REKOMENDASI