Usaha Kuliner Pandemi: Bakso Ikan Gabus Tingkatkan Imun Tubuh

Editor: Ary B Prass

Daging Ikan Snakehead itu diolah menjadi bakso. “Kami membuat olahan bakso ikan gabus,” ujarnya.

Ide bakso ikan gabus, katanya, juga pas untuk situasi pandemi seperti sekarang. Masyarakat membutuhkan asupan protein yang cukup untuk memperkuat imunitas tubuh sehingga tidak gampang sakit.

Olahan bakso mengubah total tampilan ikan gabus. “Tujuan kami simpel saja, yakni ingin menjadi ikan gabus ramah konsumai bagi siapa saja. Maka dijadikan bakso yang dikenal sebagai makanan sejuta umat,” ungkapnya.

BMK mulai melakukan produksi tahap awal dengan kapasitas mencapai 25 kilogram bakso untuk sekali masak. Produksi dilakukan dengan standard kebersihan yang ketat. Setiap pekerja memproduksi bakso ikan gabus dengan menerapkan protokol kesehatan.

Produk itu pun dibuat tanpa menggunakan campuran MSG atau formalin. Bumbunya hanya gula pasir dan berbagai rempah alami secukupnya. Setelah jadi, bakso dikemas dalam plastik kedap udara dan bisa disimpan di lemari pembeku. Baksi dikemas dalam kantung isi 16 butir yang dijual Rp19 ribu, dan kantung isi 24 butir Rp 24 ribu. “Uji coba kami, bakso tanpa pengawet itu bisa tahan hingga sebulan,” terangnya.

Produk itu kemudian dites ke pasar dan mendapat respons positif dari masyarakat sehingga memotivasi Priyo dan rekan usahanya untuk meningkatkan kapasitas produksi. “Target kami seminggu bisa memproduksi seratus kilogram bakso ikan gabus. Kami juga mulai menjajaki olahan lain, yakni dalam bentuk nugget,” ujarnya.

Untuk mencukupi kebutuhan bahan baku, Priyo membangun kemitraan dengan masyarakat Kelurahan Paduroso dan sejumlah desa lain. “Warga bisa membuat kolam, lalu kami sediakan bibitnya. Kalau sudah besar dengan ukuran 3 – 4 ekor perkilogram bisa dijual kepada kami kembali,” terangnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI