Bulan Ramadan Tamu Istimewa

Editor: KRjogja/Gus

BULAN Ramadan dapat dianalogikan sebagai tamu istimewa. Sebagaimana kebiasaan kita, setiap tamu istimewa biasanya diperlakukan secara istimewa. Tamu istimewa selayaknya disambut dengan sukacita serta memuliakannya.

Kita bayangkan kalau di tempat tinggal kita atau kantor kita, akan kedatangan pejabat atau tokoh nasional, kita akan menyambutnya dengan istimewa dan penuh rasa hormat, serta dengan persiapan yang istimewa juga.

Bagaimana dengan menyambut Ramadan? Kita mesti menyambutnya lebih dari ketika kita menyambut seorang tamu. Ramadan lebih dari seorang tamu, sebab Ramadan merupakan anugerah dari Allah SWT yang nilainya sangat luar biasa. Ramadan adalah waktu yang bisa dijadikan sebagai kesempatan bagi muslim untuk menyiapkan masa depan baik dunia maupun akhirat secara sekaligus.

Keistimewaan bulan Ramadan dijelaskan oleh Rasulullah, "Ketika datang malam pertama di bulan Ramadan, seluruh setan dibelenggu serta seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup (dikunci), tak ada satupun pintu neraka yang terbuka. Kemudian setiap malam datang seorang penyeru, "Wahai orang-orang yang mencari kebaikan kemarilah! Wahai orang-orang yang mencari keburukan menyingkirlah! Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka." (HR At-Tirmidzi).

Riwayat lain mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, "Sudah hadir kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan di dalam bulan Ramadan untuk berpuasa. Pada bulan Ramadan Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu semua setan. Di dalam bulan Ramadan Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaikan)," (HR Nasa'i dan Baihaki).

Keistimewaan lain Ramadan adalah bulan yang dipilih Allah sebagai waktu diturunkannya kitab dan risalah. Ia adalah bulan penghubung antara langit dan bumi. Watsilah bin Al-Asqa' menuturkan bahwa Rasulullah bersabda: "(shuhuf)

lembaran-lembaran Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadan, Taurat diturunkan pada hari keenam Ramadan, Injil diturunkan pada hari ketiga belas Ramadan, sedang Alquran diturunkan dihari ke dua puluh empat Ramadhan" (HR Imam Ahmad 4/107). Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).

Berdasar uraian di atas, ibadah pokok dalam bulan Ramadan, yang merupakan tamu istimewa kaum Muslimin adalah berpuasa. Puasa Ramadan merupakan rukun Islam dan wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Ibadah puasa adalah amal mulia yang pahalanya akan dibalas langsung oleh Allah. Jika amal-amal lain telah disebutkan pahalanya, maka pahala ibadah puasa akan langsung diberikan oleh Allah tanpa diberitahukan terlebih dahulu berapa batasan pahalanya. Barang siapa yang meninggalkannya ia tidak memenuhi syarat rukun Islam.

Ramadan adalah bulan yang diwajibkan oleh Allah untuk menjalankan puasa, sebagaimana dijelaskan Rasulullah barang siapa yang berpuasa dan salat mendirikan (tarawih) dengan penuh keimanan dan pengarapan akan dihapuskan dosa-dosanya sebagaimana keadaan bayi yang baru lahir dari perut ibunya" (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

Karena itu kita harus menyambut tamu istimewa ini dan berjuang agar dapat istiqamah

berpuasa dan tidak akan pernah meninggalkannya kecuali ada udzur

yang diberi rukhshah

(keringanan) untuk meng-qadha'

-nya atau membayar fidyah

. Marilah kita niatkan dengan khusuk untuk menunaikan puasa Ramadan dan ibadah lainnya, seperti Salat Tarwih, khatamkan Alquran, i'tikaf, dan kajian-kajian tentang Islam. (*)

 

BERITA REKOMENDASI