Di Balik Senyuman

TERAMAT banyak hal bisa kita lakukan untuk mendapatkan pahala. Sebaliknya, terlalu banyak pula hal yang dapat menggelincirkan kita pada perbuatan dosa. Salahsatu yang sangat dianjurkan untuk menuai pahala, terlebih dalam bulan Ramadhan yang dilipatgandakan nilai setiap pahala kita, ialah bersedekah. Dengan uang? Barang atau jasa? Iya, tentu saja. Tetapi yang paling sederhana: dengan tersenyum pun bisa bernilai sedekah dan membuahkan pahala.

Allah SWT memberikan keutamaan bagi mereka yang murah senyum dan menebar keceriaan kepada orang-orang di sekitarnya. Nabi Muhammad dalam berbagai hadist tentang senyuman mengingatkan, bahwa kita tidak boleh meremehkan amal kebaikan sekecil apapun. Contohnya, senyuman yang tergolong ibadah dan amal shaleh.

Sebuah hadist menyebutkan, “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikit pun, meski hanya menampakkan wajah ceria saat bertemu saudaramu ” (HR Muslim). Hadist lain menyatakan, “Senyum manis mu dihadapan saudaramu adalah sedekah” (HR Tirmidzi).

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, bahwa cucu Nabi Muhammad SAW bernama Al-Husein Radliallahu Anhu menuturkan ikhwal keluhuran budi pekerti Rasulullah, sebagaimana digambarkan oleh ayahandanya. Disebutkan bahwa Rasulullah senantiasa menebar senyum dalam setiap kesempatan, berbudi pekerti mulia,  rendah hati, tidak kasar, tidak suka berteriak-teriak, dan bukan tukang cela”

Subhanallah, di balik amalan sederhana –hanya tersenyum—ternyata ada hikmah luar biasa. Dari perspektif kesehatan, tersenyum secara tulus dapat meningkatkan fungsi sistem saraf parasimpatik yang bertugas melepaskan ketegangan dari tubuh kita. Saat tersenyum, sudut mulut sedikit tertarik ke atas sehingga akan menghilangkan ketegangan pada otot-otot wajah. Pikiran dan tubuh pun akan lebih rileks.

Saat kita tersenyum, fungsi sitem saraf parasimpatik akan meningkat. Lalu aktivitas limfosit dan sel NK pun meningkat pula. Ini berdampak pada peningkatan kekebalan dan daya tahan tubuh.  Sebaliknya jika kita meringis, mencibir, atau mengejek dsb maka sudut mulut akan menurun. Ketegangan pada otot-otot wajah meningkat. Fungsi saraf parasimpatik akan anljok.

Kekuatan senyuman tergambar dalam kisah Tom Watson, seorang atlet golf yang meraih peringkat kedua pada British Open 2009, di usia 59 tahun. Ini tentu prestasi langka: menjadi juara dalam usia yang bagi kebanyakan orang sudah menjadi renta. Kesan yang paling kuat dari seorang Watson adalah senyumnya. Watson selalu menebar senyum. Bahkan ketika melakukan kesalahan saat memukul bola, ia tetap bermain dan tersenyum.Dan senyuman itu ternyata berhasil mempertahankan kondisi sistem saraf parasimpatiknya pada level terbaik.
Menarik untuk dikemukakan disini, aktivitas otot-otot wajah ketika tersenyum.

Pada wajah kita terdapat 36 ragam otot.  Saat seseorang tersenyum maka sebanyak 12 bagian dari 36 otot-otot wajah akan aktif bekerja. Fenomena ini diteliti oleh seorang dokter Perancis pada pertengahan abad 19, Dr Guillaume Duchenne. Beliau mengamati fisiologi ekspresi wajah dan menyimpulkan ciri-ciri senyum yang baik.

Menurut Duchenne, senyum berkualitas jika melibatkan kontraksi bilateral otot zygomatik mayor,sehingga kedua sudut bibir terangkat, dan kontraksi otot orbicularis oculi yang menaikkan kedua pipi membentuk kerutan halus di sekitar mata. Senyuman yang sekaligus  melibatkan kontraksi otot di sekitar mata ini, menggambarkan emosi positif yang dapat berlanjut dengan tawa (laughter).

Berikut rangkuman, mengapa senyum itu penting dalam kehidupan umat manusia. Baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Senyum membuat kita;  nampak lebih menarik, mengubah mood/perasaan positif, memperbaiki sistem imun kita, menurunkan tekanan darah, memicu endorfin (pengurang rasa sakit alamiah) dan serotonin, meringankan stress, mengangkat (lift up) wajah dan membuat awet muda, memberi kesan kita sukses, dan membantu bersikap positif, dan menularkan kegembiraan ke sekitar kita.

Jadi, benar sekali ajaran agama kita. Bahwa senyum merupakan amal shaleh yang mendapatkan imbalan pahala. Wallahua’lam bis-shawab. (Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio (K), Dekan FKG UGM dan Ketua PDGI Sleman)

 

BERITA REKOMENDASI