• Kamis, 28 September 2023

BMKG Memprediksi Kulonprogo Utara Jadi Awal Musim Hujan di DIY

Ary B Prass
- Minggu, 17 September 2023 | 15:57 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Ilustrasi (Pixabay)



Krjogja.com, KULONPROGO - Bagi masyarakat yang sudah berharap adanya hujan turun patut bergembira. Pasalnya ada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta bahwa musim hujan akan dimulai pada awal November dari Kulonprogo bagian utara.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, musim hujan di DIY dimulai pada dasarian atau sepuluh hari pertama November hingga Desember 2023 dasarian pertama. "Yang duluan memasuki musim hujan Kulonprogo bagian utara," ujar Reni seperti dikutip dari Antara.

Wilayah Kabupaten Kulonprogo yang dimaksud Reni meliputi Kapanewon Samigaluh dan Kalibawang, disusul beberapa Kapanewon di Kabupaten Sleman pada dasarian kedua mencakup Turi, Pakem, Cangkringan, Sleman bagian utara, Ngaglik bagian utara, Tempel bagian utara, dan sebagian kecil Ngemplak.

Baca Juga: Apple Langsung Membantah Tingkat Radiasi iPhone 12 Tinggi

Sedangkan wilayah yang diprediksi paling akhir memasuki musim hujan adalah Kota Yogyakarta, meliputi seluruh Kapanewon.

​​​Menurut Reni, awal musim hujan di DIY pada tahun ini mengalami kemunduran dua hingga tiga dasarian dari normalnya jika dibandingkan musim hujan selama 30 tahun sejak 1991 hingga 2020. Sementara itu, puncak musim hujan di DIY diprediksi terjadi pada Februari 2024.

Berdasarkan pengelompokan pola distribusi curah hujan, menurut dia, secara klimatologis wilayah DIY terdiri atas 8 zona musim (ZoM) yaitu daerah yang mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau.

Baca Juga: FSTVLST Tampil Memukau, Morefuntastic 5 Hari Ini Berakhir

Sedangkan, jumlah curah hujan pada musim hujan tahun 2023 di DIY, kata Reni, diprediksi berkisar antara 1.000-1.500 mm untuk lima ZoM, 1.500-200 mm sebanyak dua ZoM, dan antara 2.000 - 2.500 mm sebanyak satu ZoM.

Menurut dia, musim hujan 2023/2024 di wilayah DIY diprakirakan berakhir mulai April 2024 hingga Mei 2024. Sebelumnya, BMKG menyampaikan peringatan dini bahwa 21 Kapanewon di DIY masih statusnya awas mengalami kekeringan meteorologis.

Wilayah yang berstatus awas kekeringan di antaranya Kapanewon Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Kasihan, Pundong, Sedayu, dan Sewon di Kabupaten Bantul.

Baca Juga: Situasi Terkini Museum Nasional Terkendali, Tanpa Korban Jiwa

Kapanewon Gedangsari, Girisubo, Karangmojo, Ngawen, Playen, Ponjong, dan Wonosari di Kabupaten Gunungkidul serta Kapanewon Berbah, Cangkringan, Depok, Gamping, Kalasan, dan Sleman di Kabupaten Sleman juga berstatus awas kekeringan.

"Wilayah yang berstatus awas tersebut mengalami hari tanpa hujan lebih dari 61 hari dengan prakiraan curah hujan rendah di bawah 20 mm per dasarian," kata Reni. (*)

Editor: Ary B Prass

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.000 Penari Wanita Tani Meriahkan Pembukaan FKY 2023

Senin, 25 September 2023 | 12:35 WIB

Truk vs Sepeda Motor, Pengendara Motor Tewas

Selasa, 19 September 2023 | 16:10 WIB

Identitas Mayat Dibawah Jembatan Graulan Terungkap

Senin, 18 September 2023 | 14:27 WIB

Pria Misterius Tewas di Bawah Jembatan Graulan

Senin, 18 September 2023 | 12:00 WIB

Gebyar Senam Perwosi Diikuti Ribuan Peserta

Sabtu, 16 September 2023 | 16:15 WIB

Wagub DIY Launching Kampung Berkah, Seperti Apa?

Selasa, 12 September 2023 | 14:43 WIB
X