• Selasa, 26 September 2023

Kuartal I Tahun 2023 Laba BSI Tumbuh 47,65 Persen

- Kamis, 27 April 2023 | 17:37 WIB
Kuartal I Tahun 2023 Laba BSI Tumbuh 47,65 Persen
Kuartal I Tahun 2023 Laba BSI Tumbuh 47,65 Persen

Krjogja.com - JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada kuartal I tahun 2023, memperoleh laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun, tumbuh 47,65 persen secara year on year (yoy).


"BSI meraih kinerja yang menggembirakan sepanjang kuartal I tahun ini, dan secara berkesinambungan kami memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung momentum pertumbuhan positif ekonomi,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi pada acara media press conference Paparan Kinerja BSI Kuartal I tahun 2023 di Jakarta, Kamis (27/04/2023).


Dari sisi pendanaan, BSI mampu mengoptimalisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dengan pencapaian sebesar Rp 269,26 triliun, tumbuh 12,88 persen. Angka ini didominasi oleh tabungan Wadiah yang mencapai Rp 43,53 triliun. Saat ini total tabungan mencapai Rp 115,12 triliun dan menjadikan BSI berada di peringkat ke-5 tabungan secara nasional.


"Pencapaian ini memberikan pengaruh positif terhadap rasio Cost of Fund (CoF) BSI menjadi 1,97 peraen, karena tabungan wadiah yang memberikan impact effisiensi pengurangan biaya bagi hasil,” ujarnya.


Adapun pembiayaan, BSI mencatat pertumbuhan impresif dua digit yakni 20,15 persen secara yoy menjadi Rp 213, 28 triliun. Pada periode tersebut, kualitas pembiayaan BSI terjaga dengan baik, tercermin dari NPF Gross di level 2,36 persen.


"BSI fokus pada pembiayaan jangka panjang, prudent dan mendiversifikasi alternatif pembiayaan yang sesuai segmen nasabah. Dengan demikian risiko pembiayaan dapat dimitigasi dengan baik sesuai dengan jenis pembiayaannya,” katanya.


Adapun total aset BSI yang saat ini mencapai Rp 313,25 triliun, tumbuh 15,47 persen secara yoy. Selain itu, juga ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang sehat dari segmen retail dan wholesale serta didukung oleh peningkatan dana murah, kualitas pembiayaan yang baik, efisiensi dan efektivitas biaya dan fee based income (FBI).


“Kinerja perseroan tumbuh lebih baik juga didukung oleh strategic response yang tepat dan front loading di awal tahun ini, sehingga semua segmen bisnis tumbuh dan meningkat secara pasti,” kata Hery.


Hingga Maret 2023, total pembiayaan BSI mencapai Rp 213,28 triliun, dengan porsi pembiayaan yang didominasi oleh pembiayaan konsumer sebesar Rp 110,62 triliun, tumbuh 24,04 persen secara yoy. Lalu disusul pembiayaan wholesale sebesar Rp 58,16 triliun, tumbuh 17,29 persen secara yoy, dan pembiayaan mikro sebesar Rp 19,32 triliun, tumbuh 24,32 persen secara yoy.


Dengan aset yang tumbuh 15,47 persen secara yoy menjadi Rp 313,25 triliun, BSI juga mencatat rasio keuangan yang solid, tumbuh dan terintermediasi dengan baik. Rasio ROE (Return of Equity) BSI sebesar 18,16 persen. Sementara itu, rasio ROA (Return of Asset) sebesar 2,48 persen dan rasio BOPO (Biaya Operasional) menjadi 69,65 persen. Artinya, dari sisi biaya BSI mencatat efektifitas dan efisiensi.


Per Maret 2023, jumlah customer based BSI mencapai 18,4 juta nasabah. Artinya, BSI dipercaya sebagai bank yang mampu memberikan benefit yang baik bagi nasabah dan stakeholders-nya secara luas.


Sedangkan fee based income BSI Mobile mencapai Rp 64 miliar, tumbuh 5 persen secara yoy. Dikatakan, untuk layanan digital BSI dikemas ke dalam BSI Mobile yang didesain sebagai one stop solution sebagai sahabat finansial, sahabat sosial dan sahabat spiritual. Cara ini terbukti efektif dimana saat ini jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 5,18 juta pengguna, naik sebesar 37 persen secara yoy. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan preference masyarakat dengan gaya hidup syariah.


“Kami optimis bahwa peluang ekonomi syariah menjadi market leader sangat besar, ditambah potensi market yang mulai melihat bahwa perbankan syariah kompetitif, resilience terhadap goncangan dan juga didukung digitalisasi yang semakin memudahkan masyarakat berinteraksi dengan bank syariah,” papar Hery.


Dalam waktu dekat, BSI tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah stakeholders sehingga instrument keuangan syariah mampu diadopsi dan dielaborasi dengan lembaga keuangan lainnya. Berbicara tentang target dan strategi perusahaan di tahun ini, BSI akan tetap fokus pada lini bisnis yang terbukti memberikan impak positif di antaranya konsumer, wholesale dan UMKM. (Lmg)

Editor: Ivan Aditya

Tags

Terkini

KLHK Segera Rehabilitasi Lereng Bromo

Selasa, 26 September 2023 | 02:30 WIB

TikTok Ternyata Belum Kantongi Izin Bisnis E-commerce.

Selasa, 26 September 2023 | 01:30 WIB

UMKM Omzet Dibawah Rp 500 Juta Bebas Pajak

Senin, 25 September 2023 | 23:15 WIB

Babinsa Ajak Petani Biak Tanam Jagung

Senin, 25 September 2023 | 22:55 WIB

Kaesang Resmi Jadi Ketua Umum PSI

Senin, 25 September 2023 | 21:45 WIB

Garnisun Timika Gelar Bakti Kesehatan

Senin, 25 September 2023 | 20:55 WIB

Perpustakaan Mitra Pendidik, Orang Tua dan Masyarakat

Senin, 25 September 2023 | 19:15 WIB

2,1 Juta Penjudi Online Ternyata Berpenghasilan Rendah

Senin, 25 September 2023 | 18:39 WIB

Baru Masuk, Kaesang Diminta Jadi Ketua Umum PSI?

Senin, 25 September 2023 | 14:58 WIB

CIMB Niaga Ajak Masyarakat Seru Bareng OCTO di CFD

Senin, 25 September 2023 | 06:12 WIB
X