Atlet Balap Sepeda DIY Belajar dari Tour de France

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tour de France, ajang balap dunia yang dimulai pada tahun 1903, kembali dihelat pada 2022 ini. Event itu mengambil lokasi start di Denmark dan titik akhir di Paris, Prancis dengan total 21 etape.

Ajang balap sepeda ini dinantikan pecinta olahraga di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Euforianya pun terasa karena Transvision sebagai official broadcaster dari Tour de France 2022 menggelar cukup banyak nonton bareng (nobar) salah satunya di wilayah DIY.

Atlet-atlet muda dari DIY yang tergabung dalam G-Media Cycling Team turut diajak untuk menyaksikan balap sepeda tersebut. Selain menyaksikan perjuangan atlet-atlet pro dunia, anak-anak muda DIY ini bisa belajar straregi balapan yang digunakan tim-tim kelas atas dunia untuk menjadi juara.

Rajasa Khamadeva, salah satu atlet muda DIY dari G-Media Cycling Team mengungkap sangat senang bisa mengakses dengan mudah tayangan Tour de France dari perangkat pintarnya. Ia mengaku banyak belajar tentang strategi balapan dari para atlet sepeda yang berlaga di Tour de France.

“Ini kan ajang balap sepeda besar, tim-tim besar dengan UCI Poin tinggi sebagai syarat ikut serta. Atlet pro cyclist ikut banyak stage di sana. Banyak ilmu yang kami ambil karena tiap stage etapenya beda dan punya kesulitan beda. Kerjasama tim juga penting, bagaimana kita belajar misalnya ambil racing line, tikungan dan hal-hal lain selama race,” ungkap Rajasa dalam temu media di Transmart Yogyakarta, Rabu (6/7/2022).

Tak hanya atlet saja, namun ternyata bisa menonton secara mudah Tour de France juga membawa manfaat bagi pelatih untuk mempelajari strategi tim bertanding. Dalam balap sepeda roadbike, terutama pada event tour (balapan) strategi tim memegang peran sangat penting untuk meraih gelar juara.

“Kita bisa belajar banyak dari event dunia seperti Tour de France ini karena strategi dalam balapan itu sangat penting. Dalam balap sepeda itu kita tidak bisa juara semua, maka sangat penting menentukan siapa yang akan menarik, dikorbankan dan push untuk juara. Ini perlu strategi dan bisa dipelajari dengan melihat event kelas dunia,” ungkap M Basri, pelatih G-Media Cycling Team.

BERITA REKOMENDASI