Atlet Nine Speed Berjaya Ajang Bogor Open

Editor: Ivan Aditya

BOGOR, KRJOGJA.com – Atlet Nine Speed menunjukkan tajinya dalam Bogor Open. Sebanyak 10 medali berhasil diraih para atlet dalam ajang yang digelar di Lapangan Sepatu Roda Taman Kresna Bumi Indraprasta Bantarjati Bogor Jawa Barat, Sabtu (02/06/2022) hingga Minggu (03/06/2022) tersebut.

Dalam kejuaraan tingkat nasional yang dibuka langsung Walikota Bogor, Bima Arya ini Nine Speed mengirimkan sebanyak 8 atlet. Mereka terdiri dari Zhafira Kirana Dhaniarta Putri (SD Tumbuh 3), Tavisha Civitavecchia Cheva Aditya (SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta), Nimas Ayu Sekar Kinanthi (SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari), Matsuri Kinasih (SD Tumbuh 3), Felicia Cordivita Oscar Raharjo (SMP Tarakanita Solo Baru), Muhammadd Rayyan Dhaniarta (SD Tumbuh 3), Muhammad Rizal Arya Saputra (SD Ungaran 1 Yogyakarta) dan Barca Athalla Rafif (SD Muhammadiyah Sokonandi).

Pundi medali yang diraih masing-masing 5 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Medali emas direbut Matsuri Kinasih (500 meter putri KU-C), Zhafira Kirana Dhaniarta Putri (1.000 meter putri KU-A), Muhammad Rizal Arya Saputra (5.000 meter putra KU-B dan 500 meter putra KU-B), Zhafira Kirana Dhaniarta Putri, Tavisha Civitavecchia Cheva Aditya, Nimas Ayu Sekar Kinanthi (relay putri ABB).

Medali perak diraih Matsuri Kinasih (5.000 meter KU-C), Nimas Ayu Sekar Kinanthi (3.000 meter putri KU-B). Sedangkan medali perunggu dihasilkan Barca Athalla Rafif (5.000 meter putra KU-C), Zhafira Kirana Dhaniarta Putri (500 meter putri KU-A), Felicia Cordivita Oscar Raharjo (5.000 meter putri KU-D).

Pelatih Nine Speed, Gabriel Tito Batistuta mengatakan para atlet bermain spartan dalam kejuaraan bergengsi kali ini. Latihan rutin yang selama ini telah dilakukan dan instruksi pelatih dapat diterjemahkan dengan baik oleh para atlet di lintasan sepatu roda.

“Hasil ini merupakan buah dari latihan dan kesungguhan yang dilakukan para atlet. Tim pelatih hanya memberikan dorongan semangat dan teknik serta strategi saja, selebihnya para atlet yang menentukan pertarungan di lintasan,” kata mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.

Gabriel meminta kepada para atlet untuk terus menempa diri dan meningkatkan kemampuannya dalam bersepaturoda. Menjadi seorang pemenang tidak bisa dihasilkan dari cara instan, melainkan didalamnya butuh kerja keras dan latihan yang penuh dengan perjuangan.

Sementara itu Kepala Tim Pelatih Nine Speed, Antonius Agung Wiryawan menambahkan setelah Bogor Open ini akan ada beberapa kejuaraan tingkat nasional yang akan dijalani para atlet. Even tersebut diantaranya Medan Open pada bulan Juli dan Solo Open yang dihelat Agustus mendatang.

“Persiapan telah kami lakukan, program-program latihan juga sudah disusun untuk menghadapi dua kejuaraan tersebut. Kami berharap para atlet dapat berbicara banyak dalam even itu dan mendulang kemenangan,” kata Agung. (Van)

BERITA REKOMENDASI