Andai Tidak Ada Marquez, Ducati Belum Tentu Juara Dunia

BOLOGNA, KRJOGJA.com – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menjadi nemesis atau musuh nomor satu yang menghalangi Tim Mission Winnow Ducati untuk berjaya di MotoGP dalam empat musim terakhir. Namun, bila tidak ada The Baby Alien, tim asal Bologna itu juga mengaku belum tentu akan juara dunia.

Ducati terakhir kali meraih gelar juara dunia di kategori pembalap dan konstruktor pada 2007 lewat Casey Stoner. Setelah era keemasan itu, prestasi Ducati perlahan melorot. Kebangkitan mulai terjadi memasuki pertengahan 2016 hingga 2019.

Direktur Teknik Ducati Corse, Davide Barana mengatakan, salah satu faktor yang membuat timnya gagal menjadi juara dunia adalah kehebatan Marc Marquez dan Repsol Honda. Akan tetapi, tanpa kedua sosok tersebut, tim asal Italia itu juga belum tentu juara dunia.

“Menurut saya tidak begitu. Sulit untuk dibayangkan kalau kami akan menjadi yang pertama dan kedua tanpa Marquez. Mungkin saja jalan ceritanya akan lebih mudah daripada tahun lalu, kami sering finis kedua dan mungkin saja juara dunia,” ujar Davide Barana, melansir dari Motorsport Total, Senin (18/8/2019).

“Namun, itu semua tidak relevan untuk dibicarakan karena keberadaan Marquez dan kami harus menghadapinya serta Honda serta berusaha untuk menang,” imbuh pria berkebangsaan Italia tersebut.

Tim pabrikan Ducati lagi-lagi mendominasi posisi tiga besar di klasemen pembalap MotoGP. Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci menempati peringkat dua dan tiga di belakang Marc Marquez. Sementara di klasemen tim, Mission Winnow Ducati unggul 308-259 dari Repsol Honda.

 

 

BERITA REKOMENDASI