Antonio Giovinazzi Brilian, Sean Finis ke-18

SPA (KRjogja.com) – Pebalap tim Prema Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia, Antonio Giovinazzi nerlomba dengan brilian untuk tampil sebagai juara pada balapan sprint GP2 yang berlangsung di Sirkuit Spa Francorchamps, Belgia, Minggu (28/8/2016).

Bagi pebalap yang akrab disapa Anto, sukses ini merupakan yang ketiga musim ini setelah menjuarai dua seri di Sirkuit Baku City Azerbaijan. Sementara itu Sean Gelael dari Tim Pertamina campos Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia finis di urutan ke-18 sehingga gagal menambah poin.

“Ya ini membayar kekecewaan saya pada balapan feature. Kali ini saya membuat start yang bagus dan membalap dengan sempurna. Saya berterima kasih untuk tim dan para sponsor,” kata Anto sebagaimana keterangan persnya.

Anto sebenarnya juga punya peluang untuk naik podium pada balapan feature yang berlangsung hari Sabtu (27/8/2016). Namun, Anto yang memulai balapan dari posisi terdepan membuat start yang buruk, sehingga sempat terpental sampai barisan belakang. Beruntung ia masih bisa meraih poin setelah di akhir balapan finis keenam.

Situasi berbeda terjadi pada balapan sprint. Anto yang berada di urutan ketiga membuat start yang bagus untuk menyodok ke posisi kedua dengan menyusul pebalap Trident Racing Luca Ghioto. Setelah itu, Anto menempel pemimpin balapan Gustav Malja (Rapax) sambil menunggu momen untuk menyusul. Pada putaran ke-9, Anto mendapat kesempatan dan menyusul Malja. Sejak itu Anto terus memimpin hingga akhir balapan.

Posisi podium kedua menjadi milik Malja, sedangkan Ghioto finis di posisi ketiga. Selain mendapat 15 poin, Anto juga mendapat tambahan dua poin karena membuat waktu tercepat. Dengan tambahan 17 poin, Anto berada di posisi kedua klasemen pebalap dengan nilai 129 menguntit rekan setimnya Pierre Gasly yang mengoleksi 146 poin.

Pada lomba Minggu itu, pebalap Pertamina Campos Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia kembali belum Sean Gelael meski sempat menyodok ke posisi ke-15, Sean tidak bisa mempertahankan kecepatan mobilnya secara konsisten, sehingga posisinya kembali melorot ke peringkat 18 seperti saat start.

"Tadinya kami berharap persiapan yang dilakukan selama libur akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.  Semoga hasilnya akan berbeda di Monza nanti, " ujar pebalap berusia 19 tahun ini.  

Sementara Evans sudah berupaya keras untuk bisa finis di kelompok delapan besar guna meraih poin. Namun, upayanya tak membuahkan hasil dan harus puas finis di posisi ke-14 atau dua posisi lebih baik dari start.

Seperti pada balapan feature, balapan sprint berlangsung dalam kondisi cuaca yang sangat cerah. Selain mampu memaksimalkan kecepatan, pebalap juga bisa menghindarkan potensi insiden pada balapan.  Sampai balapan selesai, tak sekalipun mobil pengaman (safety car) masuk lintasan. (Fon)

 

BERITA REKOMENDASI