Ketua IMI Lepas Tim YRC ke Meikarta

Lebih lanjut dikatakan, tentang tanggap darurat pandemi covid-19 yang diperpanjang lagi hingga 31 November, sebenarnya itu kan untuk umum. “Kalau untuk kita sebagai insan otomotif tentu khusus. Yang namanya pembalap kalau disamakan dengan orang ke pasar tentu tidak bisa, kita paham protokolnya. Artinya kawan-kawan pembalap itu tidak mau sakit, dan cara menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas mereka tentu harus selalu aktif berolahraga.Para pembalap untuk menjaga kesehatannya dengan tetap berolahraga, apalagi untuk memacu prestasi yang ada jenjang nasionalnya tidak bisa berhenti begitu saja, mereka yakin sehat,” terangnya.

“Harapan saya Tim YRC selama mengikuti kejuaraan di Meikarta Bekasi Jabar bisa tampil yang terbaik dalam membawa nama Yogya. Saya akui meski tidak ada event para pembalap YRC tetap aktif melakukan latihan-latihan. Kami sudah paham dengan rival tim YRC selama berlomba di Meikarta, kita mampu lah bersaing dengan mereka, tinggal nasib dan dwi fortuna saja berpihak ke mana. Kita mampulah bersaing dengan daerah lain. Soal teknik, mesinnya kita sudah yakin, Tim YRC ini sudah profesional,”tegasnya.

“Tolong kami dibantu, nanti media dengan memberikan berita ke pemerintah, harapan kami pemerintah mengizinkan bahwa kami bisa menjaga diri, sehingga balapan bisa digelar di Yogya. Pembalap ini tidak mau sakit, apalagi mereka pembalap berprestasi, apapun untuk kesehatan mereka pasti akan dipertaruhkan,” pungkasnya. (Rar)

KR-Abrar

BERITA REKOMENDASI