Farudilla Juara Umum FFA 250, Trio Perancis Kuasai Podium Kelas Internasional

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Farudilla Adam raih juara umum kelas utama FFA 250 Trial Game Asphalt Internasional Championship (TGAIC) ‎2019 setelah mengunci kemenangan di seri terakhir di Sirkuit Boyolali, Sabtu (14/12) malam. Sementara di kelas FFA 450 Internasional, empat pembalap asing masih terlalu tangguh untuk ditantang pembalap-pembalap terbaik nasional yang turun dalam kelas tersebut. 

‎Dari lima seri yang digelar, Farudilla mengumpulkan 231 poin, bersaing ketat dengan Tommy Salim yang menempel di urutan dua dengan total 224 poin. Sementara pembalap asal Yogyakarta, Doni Tata Pradita, harus puas di posisi ke tiga dengan perolehan 207 poin. Dalam seri final dimana pembalap mesti berpicu di trek basah setelah sirkuit terguyur hujan, persaingan ketat terjadi untuk perebutan gelar juara. Farudilla baru bisa mengunci kemenangan setelah menjuarai race kedua atau race terakhir seri final, setelah pada race pertama hanya finish di urutan ke dua kali bawah Tommy. 

"Di race pertama saya tertinggal dari Tommy. Tapi di race kedua saya tambah semangat dan akhirnya mampu menang," kata Farudilla. 

Sementara di kelas paling bergengsi, yakni kelas FFA 450 internasional yang digelar dalam dua kali race, empat pembalap asing, yakni trio perancis, Sylvain Bidart, Germain Vicenot, dan Maxime Lacour serta satu pembalap inggris, Lewish Cornish menguasai podium. Posisi juara berhasil disabet Vicenot yang merupakan juara supermoto Perancis, disusul juara dunia supermoto tujuh kali, Bidart, serta Lacour dan Lewish di peringkat tiga dan empat.

Dalam dua race yang digelar, trio perancis tersebut bersaing ketat dan mendominasi dengan gap waktu sepersekian detik saja. Sementara pembalap lain tercecer jauh di belakang. ‎Baik Farudilla dan pembalap terbaik nasional lainnya yang ikut turun dalam kelas khusus tersebut belum mampu untuk mengimbangi trio perancis. Sementara Tommy urung melanjutkan balapan setelah motornya mengalami kendala teknis di race ke dua. 

Saat diwawancara, Vicenot mengatakan, sejauh ia mengamati dunia balap supermoto di Indonesia, persaingan para pembalap sangat menarik, terutama antara Farudilla dan Tommy. "Persaingan di sini sangat suportif," katanya. 

Sementara Doni Tata, satu-satunya pembalap nasional yang mampu mencici podium di urutan ke lima mengatakan, persaingan melawan pembalap asing memang sangat berat. Ia yang start di posisi ke delapan akhirnya mampu menyodok ke peringkat lima setelah pada lap terakhir mampu menyalip pembalap asal Solo, Ivan Harry, yang harus puas berada di posisi ke enam. 

"Dengan track kecil namun cc besar, sangat susah untuk overtaking‎. Namun hasil ini sudah cukup bagus. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi," (Gal)
 

BERITA REKOMENDASI