Galang Hendra, Aldi dan Reza Danica di Kepatihan

YOGYA, KRJOGJA.com – Tiga pembalap DIY  yang prestasinya terus menanjak di tingkat nasional dan dunia Galang Hendra Pratama, Aldi Satya Mahendra dan Reza Denica  mengadakan audiensi dengan Gubernur DIY  Sri Sultan HB X di Kepatihan, Yogya, Kamis (27/6/2018).

Ketiga pembalap DIY  tersebut saat mengadakan kunjungan ke Kantor Gubernur DIY di Kapatihan di dampingi  mantan pembalap motokros juara nasional  tujuh kali asal DIY Irwan Ardiansyah,  Roni P dari Kantor Kominfo DIY, Ibnu S (mekanik) dan ibu Galang Hendra  Desy Prasanti. Semula yang akan ikut audiensi, selain Galang Hendra, Reza, Aldi juga  direncanakan  pembalap Gupito Kresna, tapi Gupito berhalangan hadir, karena tengah mempersiapkan diri tampil di balapan IRS di Sentul, Jabar.

Irwan Ardiansyah selaku penggagas  audiensi  bersama KPH Yudonegoro,  dalam kunjungannya dengan Sultan HB X  membicarakan tentang keberadaan sirkuit  di Yogyakarta.  Diakui yang punya gagasan  dari awal bertemu Sultan HB X  adalah KPH Yudonegoro , karena beliau  yang punya hobi otomotif merasa terpanggil, Yogyakarta punya banyak pembalap  yang berprestasi  di tingkat nasional Reza Danica dan Aldi Satya, tingkat Asia (Gupito Kresna) dan tingkat dunia Galang Hendra Pratama memerlukan adanya sirkut bertaraf internasional.

“Melihat banyak potensi pembalap DIY yang berprestasi di tingkat nasional, Asia dan Dunia itu, DIY perlu  lahan yang luas untuk membuat sirkuit yang permanen  dan bertaraf internasional. Lahan sudah ada  di daerah Piyungan dan Samas.  Sekarang yang belum ada pihak investor.  Soal  daerah mana yang akan dipilih untuk  dijadikan sirkuit tergantung pihak investor. Untuk membikin sirkuit bertaraf internasional tersebut membutuhkan dana sekitar 30 miliar,” ujar Irwan Ardiansyah yang juga  Pengurus IMI Pusat  Bidang Pokja membenahi peraturan balap nasional.

Sultan HB X sendiri tentang adanya ide membuat sirkuit tersebut menanggapi positif. Pihaknya berharap untuk terus dikembangkan  sembari melihat anggaran APBD. Sultan juga menanyakan tentang akses dan prospek sirkuit ke depannya. Selain itu, Sultan berharap pula adanya kerja sama dengan pihak investor untuk merealisasikan sirkuit tersebut.

“Selaku pembalap Yogyakarta, saya berharap DIY punya sirkuit bertaraf internasional yang nantinya bisa untuk balapan MotoGP.  Dengan adanya sirkuit yang permanen dapat digunakan  pula untuk berlatih para pembalap DIY. Selama ini saya latihan di lahan parkir Mandala Krida dan Maguwoharjo. Satunya sirkuit bertaraf internasional di Indonesia baru ada  di Sentul, tapi itupun fasilitasnya belum lengkap,” ujar Galang Hendra yang mendapat  tali asih dari Gubernur DIY.

“Saya berharap ikut PON Papua mewakili DIY. Dalam waktu dekat ini agenda terdekat saya mau terjun di kejuaraan balapmotor World SSP 300 seri VI di Misano, Italia, 8 Juli 2018. Untuk kejuaraan World SSP 300, tinggal menyisakan tiga seri  lagi. Saya berharap dari tiga seri tersisa tersebut nantinya bisa memperbaiki peringkat di klasemen. Sekarang ini posisi saya masih berada di balapan  WorldSSP 300. Untuk bisa tampil di balap motoGP,  janjangnya harus melewati balapan World SSP 600, world SSP World SSP 1000 dan baru  proses  berikutnya MotoGP,” terang Galang.

“Saya  berharap kepada Galang Hendra, Reza dan pembalap DIY lainnya agar tetap berlatih, semangat dan berprestasi,” pinta  Sultan HB X. (Rar)

BERITA REKOMENDASI