Gelaran Formula E Rugi Rp 1,9 Triliun

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Gelaran Formula E dilaporkan mengalami kerugian hingga mencapai US$140 juta atau setara Rp1,9 triliun dalam empat tahun. Nilai jual Formula E kini naik hingga mencapai US$870 juta (Rp12 triliun). Namun dalam empat tahun tahun terakhir ini gelaran ajang itu mencapai kerugian hingga US$140 juta.

Ajang Formula E kali pertama digelar pada September 2014. Balap mobil jet darat itu menggunakan energi listrik sehingga sangat kecil menciptakan kebisingan dan emisi. Dengan teknologi yang berbeda dibandingkan Formula 1, gelaran itu bisa digelar di pusat kota. Setiap penyelenggara lokal pun membayar biaya penyelenggaraan kepada pihak operator, Formula E Operations (FEO).

Berdasarkan laporan anggaran 2017, FEO mendapatkan pemasukan sebesar US33 juta (Rp459 miliar) dari promotor dan tim-tim di Formula E sebagai imbal balik atas servis gelaran.

Mereka juga mendapat pendapatan sebesar US$21,6 juta (Rp300 miliar) dari hak siar termasuk dari Fox Sports. Total pendapatan mereka tahun itu sebesar US$108 juta (Rp1,5 triliun).

Namun, pengeluaran FEO untuk gelaran Formula E mencapai US$132,5 juta (Rp1,8 triliun). Dengan demikian, kerugian mereka mencapai US$23,9 juta (Rp332 miliar) pada 2017. (*)

F1

BERITA REKOMENDASI