Hanya Sekali Menang, Joan Mir Bakal Jadi Juara Dunia MotoGP Paling Minimalis

VALENCIA, KRJOGJA.com – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, sudah di ambang gelar juara dunia MotoGP 2020. Kemenangan pada MotoGP Eropa 2020 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, akhir pekan lalu, semakin memuluskan langkahnya menuju gelar juara.

Sampai dengan MotoGP Eropa 2020, muncul pertanyaan soal kepantasan Joan Mir menjadi juara dunia. Pasalnya, pembalap asal Spanyol itu belum pernah memenangi satu balapan pun. Ia bisa menjadi juara dunia kelas MotoGP (500cc) pertama yang tak pernah memenangi seri.

Keberhasilan memenangi balapan GP Eropa 2020 dengan sendirinya menghapus pertanyaan soal kepantasan. Dengan satu kemenangan saja, maka Joan Mir bakal sah menyandang gelar juara dunia jika bisa bertahan sampai seri terakhir di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, Portugal, 22 November 2020.

Gelar juara bahkan bisa diamankan pekan depan dengan hanya finis di podium, sesuatu yang sudah dilakukannya sebanyak tujuh kali musim ini. Walau jumlah kemenangannya lebih sedikit dari Fabio Quartararo (tiga), konsistensi menjadi kunci utama.

Andai mampu menjadi juara dunia pekan depan atau bahkan pada seri terakhir tanpa meraih kemenangan lagi, Joan Mir akan menjadi orang pertama yang melakukannya. Ia akan tercatat sebagai juara dunia dengan jumlah kemenangan paling sedikit alias minimalis.

Catatan tersebut sebelumnya dipegang oleh mendiang Nicky Hayden. Juara dunia MotoGP 2006 itu hanya mampu menang dua kali sepanjang musim. Akan tetapi, Hayden mampu menorehkan 10 kali podium. Konsistensi memang jadi kunci raihan gelar juara dunia pria berjuluk The Kentucky Kid itu.

Sebelum Nicky Hayden, juara dunia dengan jumlah kemenangan minimal adalah Wayne Rainey. Pria asal Amerika Serikat (AS) itu menjadi juara dunia MotoGP (500 cc) 1992 dengan hanya tiga kali menang. Akan tetapi, ia juga mencatat jumlah podium yang cukup banyak, yakni delapan kali dari 13 seri.

Sebetulnya, masih ada beberapa nama pembalap yang menjadi juara dunia dengan jumlah kemenangan balapan semusim paling sedikit, yakni Umberto Masetti, yang hanya menang dua kali. Ia menjadi juara dunia pada 1952, tetapi ketika itu semusim hanya menggelar delapan seri saja.

Hal serupa diulangi Giacomo Agostini pada 1966. Pengoleksi gelar juara dunia terbanyak itu hanya menang tiga kali untuk menjadi kampiun. Pun begitu, jumlah balapan musim tersebut hanya sembilan dan sang jawara mampu naik podium delapan kali.

Tentu saja, Joan Mir masih bisa menghapus stigma negatif sebagai pembalap juara dunia dengan kemenangan paling minim. Sebab, Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 masih menyisakan dua seri lagi. Seandainya pun gagal, ia tidak perlu berkecil hati.

BERITA REKOMENDASI