Hobi Jatuh, Marquez Tak Mau Disebut Pembalap Buruk

CERVERA, KRJOGJA.com – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, menjelaskan bahwa dirinya bukanlah pembalap yang buruk dengan gaya balap agresif. Meski sering mengalami kecelakaan, tetapi itu bukan acuan untuk menyebut dirinya sebagai pembalap buruk.

Marquez sendiri mengakui bahwa ia merupakan pembalap yang agresif. Sehingga tak jarang berbagai kecelakaan harus ia alami. Seperti yang terjadi dalam dua musim ke belakang, di mana Marquez menjadi pembalap MotoGP teratas yang sering terjatuh.

Pada 2017, Marquez tercatat menjadi pembalap MotoGP yang sering terjatuh di lintasan balap dengan total 27 kali. Sementara pada musim ini, namanya pun masih menempati posisi teratas, tetapi dengan jumlah yang sudah berkurang yakni sebanyak 23 kali.

Meski begitu, itu tak menjadi persoalan bagi Marquez. Buktinya dengan dua catatan buruk tersebut, pembalap berjuluk The Baby Alien itu keluar sebagai juara dunia pada 2017 dan 2018. Namun, ia menyadari bahwa selamanya tidak bisa seperti itu dan harus bermain dengan aman.

“Ketika saya berhasil selamat dari jatuh, saya masih berharap adegan itu akan diabadikan di TV untuk melihatnya lagi. Saya memang orang yang paling sering jatuh. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya adalah pembalap yang buruk,” ungkap Marquez, mengutip dari Paddock-GP, Rabu (19/12/2018).

“Suatu hari mungkin akan datang ketika saya akan takut menyakiti diri sendiri. Tetapi jika Anda berpikir seperti itu, Anda tidak akan pernah tampil cepat,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI