Lorenzo Terpuruk, Kru Ikut Frustrasi

BOLOGNA (KRjogja.com) – Direkrut dari Movistar Yamaha pada 2016, Jorge Lorenzo pun diharapkan mampu mendongkrak prestasi Ducati Corse dalam gelaran MotoGP 2017. Namun harus disayangkan hal tersebut tak terjadi lantaran pembalap berjuluk X-Fuera itu justru tampil buruk.

Musim 2017 merupakan musim terburuk Lorenzo di sepanjang kariernya berlaga di MotoGP sejak 2008. Pasalnya, di musim ini, dari 18 seri yang dilakoni, pembalap berkebangsaan Spanyol itu gagal memetik satu pun kemenangan. Selain itu, Lorenzo juga hrus menyudahi musim di posisi ketujuh klasemen akhir dengan raihan 137 poin.

Sebelum ini, prestasi terburuk Lorenzo adalah pada 2008, yakni di musim perdananya di ajang MotoGP. Namun, saat itu Lorenzo sukses mengejutkan banyak pihak lantaran sebagai pendatang baru, ia mampu memenangkan satu seri balapan dan mengakhiri musim di posisi keempat. Setelah musim tersebut, Lorenzo selalu bertarung dalam jajaran tiga besar klasemen akhir hingga 2016.

Kegagalan yang didapat Lorenzo saat ini tentunya mengecewakan banyak pihak, terutama Tim Ducati yang telah menggelontorkan dana berlimpah untuk menggajinya. Tercatat, saat ini juara dunia MotoGp tiga kali itu merupakan pembalap dengan gaji tertinggi kedua di MotoGP. Lorenzo mendapat bayaran 7 juta dolar atau sekira Rp94,4 miliar setiap tahunnya.

Tidak hanya mengecewakan tim, kru yang menangani Lorenzo pun mengaku sempat tertekan lantaran performa pembalap mereka tak kunjung membaik di musim ini. Adalah Cristian Gabarrini, salah seorang kru Lorenzo yang mengaku mendapatkan tekanan cukup besar. Namun begitu, Gabarrini menjelaskan bahwa Lorenzo memiliki sisi baik juga, yakni mau mendengarkan pendapat orang lain.

“Semua orang mengatakan kepada saya bahwa bekerja dengan Jorge akan menjadi begitu mneyulitkan. Namun, itu tidak benar. Jika Anda menjelaskan kepadanya mengenai apa yang terjadi, dia akan mendengarkan alasannya, meskipun dia mungkin akan setuju dengan pendapat tersebut atau tidak,” ungkap Gabarrini, menyadur dari Motorsport, Kamis (21/12/2017).

“Dalam beberapa momen, saya merasakan tekanan karena kami memiliki Jorge di tim kami dan hasil yang baik tak kunjung tiba. Namun, itu adalah bagian dari pekerjaan kami dan kami juga harus melepaskan pembalap dari tekanan tersebut,” pungkas Gabarrini. (*)

BERITA REKOMENDASI