Lorenzo Yakin Pembalap Ducati Profesional

PALMA DE MALLORCA (KRjogja.com) – Pembalap Tim Ducati, Jorge Lorenzo, kurang mendapatkan hasil yang kurang baik di gelaran MotoGP musim ini. Membela tim baru pada awal musim 2017, X-Fuera –julukan Lorenzo – harus mendapatkan hasil yang kurang mengembirakan. Tapi menatap musim 2018, Lorenzo ingin mendapat capaian lebih baik lagi.

Berbeda dengan penampilannya bersama Yamaha, pembalap berpaspor Spanyol itu harus mendapat kenyataan pahit. Pasalnya beralih menggunakan motor Desmosedici, Lorenzo harus menjalani adaptasi yang membuatnya kesulitan bersaing di MotoGP 2017.

Lorenzo yang biasanya bersaing untuk memperebutkan gelar juara, harus puas jauh di bawah dua rival utamanya yakni Valentino Rossi dan Marc Marquez. Bahkan rekan setimnya yakni Andrea Dovizioso sukses finis di posisi kedua. Sementara pembalap berusia 32 tahun itu menempati posisi tujuh klasemen akhir pembalap.

Tetapi untuk memperebutkan gelar juara, Lorenzo menyatakan bahwa ia tak ingin bersaing dengan rekannya sendiri, Dovizioso. Meski memiliki tekad untuk meraih kemenangan dan gelar juara, tapi tujuan utama tersebut adalah untuk membawa Ducati kea rah yang lebih baik lagi.

“Dua pembalap Ducati tidak pernah bertarung satu sama lain untuk menjadi juara dunia. Tahun depan saya percaya, Dovizioso dan saya bisa melakukannya (juara dunia). Impian saya tidak hanya menang, tapi juga membuat Ducati menjadi motor terbaik. Kami bisa melakukannya dengan Gigi (Dall’Igna) dan teknisi kami,” ungkap Lorenzo, mengutip dari Tuttomotoriweb, Jumat (22/12/2017).

Meski begitu, secara pribadi Lorenzo tetap mengatakan memiliki ambisi untuk bisa meraih kemenangan bersama Ducati. Pembalap berpaspor Spanyol itu sudah menyatakan keinginannya untuk tidak menyerah dan berjuang memperebutkan gelar juara.

“Menang dengan Ducati adalah mimpi yang ada dalam pikiran saya, jadi saya menerima tantangannya. Saya tahu ada banyak harapan terhadap saya, tapi sayangnya mengubah motor untuk saya lebih sulit dari yang diperkirakan. Adaptasi sudah lama, tapi kami tidak boleh menyerah,” tutupnya. (*)

BERITA REKOMENDASI