Main di Kandang, Lorenzo Terbiasa Dominan di Jerez

AJANG balap MotoGP 2017, memasuki seri keempat yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu 7 Mei 2017 malam WIB. Satu nama mencuat jika membicarakan mengenai Sirkuit Jerez, yaitu pembalap tuan rumah, Jorge Lorenzo.

Pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP tersebut memang bisa dikatakan penguasa Jerez dalam tujuh tahun terakhir. Total, pembalap 29 tahun tersebut tiga kali keluar sebagai juara di sirkuit dengan panjang lintasan mencapai 4,4 kilometer tersebut.

Kemenangan perdana Lorenzo di Jerez diraih pada 2010. Memulai balapan dari tempat kedua, X-Fuera –julukan Lorenzo– saat itu bersaing ketat dengan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Namun, akhirnya Lorenzo sukses memecundangi kompatriotnya tersebut.

Persaingan Lorenzo-Pedrosa kembali tersaji di Jerez musim berikutnya. lagi-lagi, The Litle Spaniard –julukan Pedrosa– harus mengakui keunggulan X-Fuera di Spanyol yang berhasil keluar sebagai juara.

Lorenzo sempat absen selama tiga tahun dalam urusan meraih juara pada GP Spanyol. Pembalap yang saat ini menjadi rekan setim Andrea Dovizioso itu baru bisa menjadi juara di Jerez pada MotoGP 2015 setelah mengalahkan Marc Marquez (Repsol Honda).

Sepertinya tahun ini Lorenzo juga tidak akan memenangkan balapan di Jerez. Pasalnya, ia masih kesulitan untuk menemukan pengaturan terbaik pada motor Desmosedici GP17 miliknya.

Buktinya, Lorenzo selalu kesulitan untuk bersaing di tempat teratas pada tiga balapan awal MotoGP 2017. Pencapaian terbaik X-Fuera hanya finis posisi sembilan pada GP Austin beberapa waktu lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI