Petrucci Tertekan Statusnya sebagai Pembalap Tim Pabrikan

BOLOGNA, KRJOGJA.com – Menjadi pembalap Tim Pabrikan Ducati ternyata sedikit memberikan tekanan kepada Danilo Petrucci di MotoGP musim 2019. Karena mendapatkan tekanan tersebut Petrucci pun gagal memberikan hasil yang terbaik di sepanjang musim debutnya mengendarai motor Desmosedici keluaran terbaru itu.

MotoGP 2019 memang menjadi awal Petrucci naik dari tim satelit Ducati (Pramac Ducati) ke tim pabrikannya (Mission Winnow Ducati). Awalnya Petrucci merasa cukup antusias karena akhirnya ia dipercaya untuk membela tim utama dari tim yang bermarkas di Borgo Panigale itu. Saking antusiasnya ia tak merasakan libur musim dingin hanya untuk memaksimalkan persiapan sebelum MotoGP 2019 bergulir.

Karena sedikit mendapatkan waktu istirahat, pada pertengahan musim atau sekira waktu Agustus 2019 Petrucci mulai merasakan kelelahan. Hal itu karena di sembilan seri balapan awal Petrucci benar-benar memaksimalkan energinya untuk meraih hasil yang terbaik.

Hasil yang maksimal memang diraih pembalap asal Italia itu di sembilan balapan awal MotoGP 2019. Ia mampu selalu finis di posisi enam besar, bahkan tiga di antaranya berada di posisi podium dan menang di Grand Prix (GP) Italia.

Akan tetapi, karena kelelahan dan posisinya yang cukup baik di awal musim, yang mana ia berada di peringkat ketiga pada klasemen sementara pembalap MotoGP 2019, ternyata membuat Petrucci sedikit tertekan. Tekanan yang didapatkannya itu langsung membuat performa The Petrux –julukan Petrucci– menurun dan ia pun langsung mendapatkan hasil yang buruk di sisa musim 2019.

“Saya memang sempat kesulitan dengan motor, perasaannya tidak sama dengan apa yang terjadi di paruh pertama musim. Padahal saya sudah memulai paruh pertama dengan banyak energi dan komitmen dengan rasa berharap yang sangat tinggi,” kata Petrucci, melansir dari Speedweek, Selasa (31/12/2019).

“Itu adalah musim pertama saya sebagai pembalap pabrikan, jadi saya tidak memiliki waktu untuk liburan musim dingin. Hal tersebut ternyata membuat saya pada Agustus 2019 kemarin menjadi kelelahan,” tambah rekan setim Andrea Dovizioso itu.

“Sebenarnya banyak hal lagi yang membuat saya berada dalam tekanan, seperti posisi saya yang berada di peringkat ketiga pada klasemen sementara MotoGP, lalu kesalahan kecil yang saya buat ketika di sesi latihan bebas dan kualifikasi. Sehingga membuat hasil yang diinginkan pun tak tercapai,” tutupnya.

 

 

BERITA REKOMENDASI