PON Papua Mundur, IMI DIY Kembalikan Dana Puslatda ke KONI

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Mundurnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dari Oktober 2020 menjadi Oktober 2021 berimbas ditariknya kembali anggaran (dana) puslatda oleh KONI DIY yang telah diberikan kepada masing-masing cabor anggota KONI DIY, tak terkecuali cabor balapmotor IMI DIY.

“Saya tak habis mengerti kenapa dana yang sudah diberikan lewat rekening IMI DIY, kok ditarik kembali oleh KONI DIY. Dasarnya apa kami tidak tahu. Mestinya digunakan atau tidak digunakan jika sudah masuk ke rekening IMI DIY selama petunjuk dari KONI DIY belum jelas, kita tidak akan menggunakan anggaran tersebut. Dana sebesar Rp 185 juta untuk biaya puslatda dan untuk membeli peralatan balap sudah kami kembalikan lewat rekening KONI DIY. Namun sejauh ini, apakah pengembalian dana dari IMI DIY untuk KONI DIY sudah diterima atau belum saya belum tahu, karena yang mengembalikan anggota IMI DIY yang lain,” ujar Eka Sulistyana, Ketua umum IMI DIY di Wonosari, Gunungkidul, Minggu (10/5/2020).

Diakui Eka, untuk anggaran yang diberikan KONI DIY ke IMI DIY belum digunakan. Pasalnya untuk pelaksanaan puslatda balapmotor belum jadi dimulai, akibat wabah pandemi covid-19. Seharusnya kalau PON XX Papua tidak mundur, maka puslatda balapmotor khusus pembalap DIY sudah bisa dimulai Februari 2020 lalu.

”Untuk puslatda teknik motor, kita harus menjalaninya ke luar DIY yaitu ke sirkuit Sentul (Jabar), sirkuit Tasikmalaya dan Surabaya. Karena di tiga daerah ini sirkuitnya sudah permanen. Sedangkan sirkuit mandala krida belum permanen sehingga tidak memenuhi standar untuk latihan teknik. Sirkuit Mandala Krida hanya bisa digunakan untuk latihan fisik,” papar Eka.

BERITA REKOMENDASI