Rio Haryanto Lebih Baik Ketimbang Massa

LONDON (KRjogja.com) – Pembalap Tim Manor Racing, Rio Haryanto, gagal meraih poin di paruh pertama Formula One (F1) 2016. Pencapaian terbaik Rio di 12 seri awal hanyalah finis di posisi 15 yang berlangsung di GP Monaco. Sementara untuk meraih poin, seorang pembalap diwajibkan minimal finis di posisi 10.

Meski belum meraih poin sejauh ini dan tiga kali gagal finis, ternyata Rio bukanlah yang terburuk. Media asal Inggris, The Telegraph, memberikan penilaian soal performa semua pembalap hingga F1 2016 memasuki paruh musim.

Dalam penilaian Telegraph, Rio mendapatkan nilai C. Menurut Telegraph, pria berusia 23 tahun itu merupakan pembalap bertalenta. Namun, kepastian Rio untuk tampil di sisa musim F1 2016 belum terjawab karena masalah pendanaan.

Tidak hanya Rio yang mendapat nilai C. Duo Renault, Jolyon Palmer dan Kevin Magnussen juga mendapat nilai yang sama. Begitu juga dengan pembalap Tim Sauber yakni Felipe Nasr dan juara dunia F1 2007 yang membela Tim Ferrari, Kimi Raikkonen.

Ada tiga pembalap yang meraih nilai lebih buruk dari pembalap-pembalap di atas. Sosok itu ialah Marcus Ericcson (Sauber), Esteban Gutierrez (Haas) dan Felipe Massa (Williams) yang mendapat nilai D. Terkhusus Massa, pembalap berpaspor Brasil itu sebenarnya sudah diberikan mobil kompetitif oleh Williams. Namun sayang, ia masih berkutat di posisi sembilan dengan poin 38.

Sementara itu rekan setim Rio, Pascal Wehrlein, berhasil mendapat nilai B.Kesuksesan meraih poin di GP Austria menjadi salah satu alasan Telegraph memberikan nilai positif kepada pembalap berpaspor Jerman tersebut.

Untuk nilai paling tinggi dipegang juara dunia F1 tiga kali yakni Lewis Hamilton. Pembalap Tim Mercedes itu sukses meraih enam kemenangan dari 12 seri yang sudah berlangsung. (*)    

 

 

BERITA REKOMENDASI