Saina Nehwal Ingin Cetak Sejarah di All England 2018

NEW DELHI (KRjogja.com) – Pebulu tangkis asal India, Saina Nehwal, ingin mencetak sejarah tersendiri bagi negaranya di ajang All England 2018. Pemain berusia 27 tahun itu bertekad menjadi wanita pertama asal India yang mampu menjuarai All England.

Sejauh ini, Nehwal telah mencatatkan diri dengan berbagai prestasi yang ia rengkuh dalam kariernya. Pemain berperingkat 11 dunia itu telah memenangkan berbagai medali di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Belum sampai di situ, ia juga merupakan pemain yang pernah memenangi gelar Superseries di Australia, India, Prancis, Hong Kong, Indonesia, dan Singapura.
Tapi dari rangkaian gelar tersebut, Nehwal belum pernah mencapai puncak podium di All England. Ia pun bertekad untuk bisa membuat sejarah bagi dirinya sendiri dan India sebelum waktunya di dunia bulu tangkis akan segera berakhir.

“Dalam bulu tangkis kami semua tahu bahwa ini adalah turnamen tertuat dan paling bergengsi. Ini adalah impian semua pemain bulu tangkis untuk memenangkannya. Semua pemain bulu tangkis bersaing untuk mendapatkan kehormatan menjadi juara di All England. Jadi ini sangat disukai oleh pemain bulu tangkis,” ungkap Nehwal, mengutip dari laman resmi All England, Kamis (1/3/2018).

Bagi India, gelar All England pernah mereka cicipi selama dua kali. Namun dua gelar tersebut berhasil disumbangkan dari nomor tunggal putra melalui nama Prakash Padukone (1980) dan Pullela Gopichand (2001). Sementara dari nomor putri belum ada pemain India yang merebut mahkota All England.

“India telah memenangkannya dua kali di masa lalu pada bagian putra. Saya menginginkannya untuk India di bagian putri. Ini akan menjadi sejarah untuk memenangkannya bagi wanita India. Saya telah menang di turnamen terbuka negara lain, tapi ini adalah anugerah untuk memenangkan All England,” tambahnya.

All England sendiri akan berlangsung di Birmingham pada 14-18 Maret 2018. Namun ujian bagi Nehwal akan datang langsung di babak pertama. Pada laga perdananya ia akan menghadapi pemain peringkat satu dunia sekaligus juara bertahan yakni Tai Tzu Ying asal Taiwan.

“Saya berkonsentrasi penuh pada latihan saya dan tetap fit sepenuhnya untuk turnamen bergengsi ini. Saya pikir stamina saya masih menjadi perhatian setelah cedera lutut saya. Tapi saya pikir undian saya masih sulit. Setelah pertemuan pertama, selebihnnya bagus!,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI