Start dari Posisi 8 di F1 Australia 2018, Ricciardo Kecewa

MELBOURNE (KRjogja.com) – Pembalap Tim Red Bull, Daniel Ricciardo, mengaku frustrasi dengan hasil kualifikasi seri perdana Formula One (F1) 2018 yang berlangsung di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Australia pada Sabtu 24 Maret 2018 siang WIB. Pasalnya pembRicciardo, mengaku frustrasi dengan hasil kualifikasi seri perdana Formula One (F1) 2018alap tuan rumah itu harus start dari posisi kedelapan.

Kemarahan Ricciardo muncul ketika pembalap berusia 28 tahun itu mendapat penalti mundur tiga posisi karena melakukan pelanggaran saat melakoni sesi latihan. Sejatinya, Ricciardo berhasil mencatatkan waktu 1 menit 22,152 detik yang membuatnya start dari posisi kelima pada balapan yang berlangsung Minggu (25/3/2018) siang WIB. Namun hal itu urung terwujud karena ia dianggap melakukan pelanggaran.
Alhasil hal tersebut membuat Ricciardo geram. Sebab, penampilannya sepanjang sesi latihan hingga kualifikasi tidak mengalami hal berarti. Begitu pun dengan mobil yang ia kendarai. Namun, hukuman tersebut membuat ia merasa kesal.

“Sesi itu sendiri tidak berjalan terlalu buruk, itu dimulai dengan cukup bak dan bahkan di kualifikasi dua dengan supersoft kami terlihat bagus,” ungkap Ricciardo, mengutip dari The Check Red Flag, Minggu (25/3/2018).

“Secara keseluruhan, mobil tidak terasa terlalu buruk. Kami meminta pegangan depan lebih sedikit tetapi kami menggunakan semua sayap depan yang kami miliki, jadi tidak ada lagi yang bisa kami lakukan di kualifikasi ketiga,” tambahnya.

Meski begitu, Ricciardo tetap optimis ia akan mencetak prestasi apik di hadapan publik sendiri. Tak ingin mengulangi kesalahannya musim lalu, rekan setim Max Verstappen itu tengah menyiapkan strategi untuk menaklukkan sirkuit sepanjang 5,3 km itu.

“Jelas start dari kedelapan karena penalti membuat frustrasi dan saya pikir itu tidak adil. Ada teguran, denda dan hal-hal lain. Ini akan sangat sulit untuk menyalip sehingga strategi akan menjadi kunci. Laju balapan terlihat bagus dan saya menantikan untuk tampil di lapangan,” tambahnya.

Pembalap kelahiran Perth itu juga meminta maaf kepada para pembalap yang ada di depannya jika kemarahannya akan terlampiaskan kepada mereka. Pembalap yang terdekat dengannya adalah Nico Hulkenberg dari Renault yang start dari posisi tujuh.

“Kami jelas lebih baik. Jadi kami akan mencoba mewujudkannya. Sejujurnya saya merasa kasihan kepada orang-orang di depan saya, karena mereka adalah orang-orang yang harus saya tanggapi dengan kemarahan saya,” tutupnya. (*)

BERITA REKOMENDASI